Pembunuhan di Sigi, AMAN Sulawesi Tengah angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sigi Sulteng – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Propinsi Sulawesi Tengah mengecam keras tindakan pembunuhan sekeluarga di RT Lewonu, Dusun Tokelemo Desa Lemba Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Propinsi Sulawesi Tengah.

Tindakan ini dianggap tindakan tidak manusiawi, siapa pun pelakunya harus ditidak tegas, kata Dewan AMAN Wilayah Propinsi Sulawes Tengah Rukmini Paata Toheke saat Jumpa Pers di Aula Pemancingan Nagaya Sigi Sulawesi tengah.

“Negara ini tidak harus tinggal diam dalam menyikapi persoalan ini, ini perbuatan keji yang sangat meresahkan masyarakat, dan kamipun tidak akan tinggal diam karena sangat berdampak pada masyarakat Adat yang ada di Sulawesi Tengah, berbicara masyarakat adat kami ikut bertanggung jawab atas Peningkatan Ekonominya, AMAN sebagai satu lembaga Pemberdaya Masyarakat adat, akan ada di tengah-tengah mereka,” tegas Rukmini

Korban itu adalah masyarakat pedalaman yang baru saja memperbaiki ekonomi mereka, di tahun tahun sebelumnya kehidupan mereka sangat memprihatinkan, mereka tinggal di penggunungan sebelah barat kota Palu dengan sebutan topo daa atau sebutan orang Sulawesi Tengah Tolare (Suku Terasing), namun hanya untuk meningkatkan taraf hidup, merekapun hijrah ke lembah tongoa yang berada sebelah utara kota palu tepatnya di kecamatan Palolo.

Disanalah mereka beraktifitas hingga saat ini kehidupan mereka dapat dianggap mulai membaik, namun sangat di sayangkan kejadian ini membuat mereka resah dan takut akan kejadian kemarin akan terulang lagi, namun kita tidak perlu terpropokasi dan tetap tenang dan semua ini kita serahkan kepada pihak berwenag dalam hal ini Kepolisian Repoblik Indonesia untuk menanganinya tutur sang pemerhati masyarakat adat.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Bada Pengusrus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Provinsi Sulawesi Tegah Asran Dg. Patompo mengatakan,”Kami ikut berbela sungkawa atas kejadian pembunuhan empat orang sekeluaraga di Lembah Ntongoa, kecamatan Palolo.”

Saat ini kami tengah melakukan identifikasi warga setempat yang menjadi korban, baik korba spikologi, dan korban harta benda yang akan kami sampaikan ke Pengurus Besar Aliansi Masyarakat adat Nusantara Jakarta untuk dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita baik dalam bentuk makanan dan pakaian, karena ada sebahagian warga yang kehilangan tempat tinggal karena terbakar oleh pelaku, tutup Asran Dg. Patompo.

 

 

Pewarta : Zikran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *