Warga Desa Gunung Batu keluhkan harga tabung Gas 3 Kg yang tidak sesuai Harga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pangkalan tabung gas LPG 3 kg Milik Haji arif di Desa Gunung Batu Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten diduga banyak di keluhkan masyarakat.

Pasalnya, selain tabung gas LPG yang jarang dikirim namun harga nya pun tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Hal itu di katakan Asnah salah satu pemilik warung yang beralamat di Kp Tanah Urug Desa Gunung Batu Kecamatan Munjul, Ia merasa heran dan merasa aneh dengan keterlambatan pengiriman tabung gas tersebut.”ucapnya

“Saya” merasa heran dan aneh kenapa sudah lebih dari tiga minggu belum saja ada pengiriman, padahal kalau yang sudah-sudah biasa nya satu minggu itu sekali, itupun jatah buat jualan saya cuma di kasih lima tabung saja dengan harga 22.000 pertabung terkadang juga 23.000 bahkan mencapai 24.000/ tabung jadi gak tentu juga sih pak.”ucapnya ke awak media saat di konfirmasi di kediamanya pada hari selasa (01/12/2020).

Di tempat terpisah beberapa warga yang merasa mengeluhkan atas melonjaknya harga tabung tersebut, salah satunya warga berinisial UN dirinya selaku masyarakat Desa gunung Batu mengatakan ke awak media bahwa, dengan semakin tingginya harga tabung gas LPG 3 Kg yang mereka beli di warung eceran sebesar 29.000 sampai 30.000, semakin berat karena faktor sulit nya mencari ekonomi saat ini, apalagi dalam ke adaan masih pandemi covid 19 yang masih belum berakhir.” Ungkap warga

“Saya” selaku masyarakat merasa mengeluh dan keberatan karena harga tabung terlalu tinggi dan kalau kita beli tabung di warung eceran itu sampai harganya Rp.29.000/tabung bahkan sampai Rp.30.000/tabung, sebetulnya harga yang sebenarnya itu berapa, dan yang membuat harga nya makin mahal itu siapa..? Warung apa pangkalan..? apa mereka tidak tau kalau untuk saat ini mencari ekonomi sangatlah sulit apalagi masa pandemi covid 19 ini belum berakhir.”tutur nya

Sementara itu Haji Arif selaku pemilik pangkalan saat di konfirmasi via telephone seluler nya mengatakan bahwa, kalau warung Hasnah itu saya tidak tau, mungkin kalau lihat orang nya saya tahu akan tetapi soal jarang pengiriman itu bohong karena saya setiap satu minggu sekali selalu melakukan pengiriman ke semua kampung ya ada di desa gunung batu bahkan ada yang seminggu itu dua kali yang di kirim tergantung jadwalnya, namun untuk kp.cinampak dan cigalih di titipkan ke warung teh Ros karena alokasinya setiap pengambilan cuma sedikit.

Masih kata Haji Arif, untuk masalah harga saya sudah arahkan ke bawah sebesar Rp.18.000 sampai 20.000, adapun selebihnya itu diluar sepengetahuan saya, apalagi saat ini saya dalam keadaan pengawasan pertamina.”jelasnya ke awak media pada hari rabu (02/12/2020).

 

 

 

Pewarta : Heru Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *