Airsoft Gun dan Senjata Api Berbeda, PH Minta terdakwa Joni divonis bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tuntutan pidana terhadap terdakwa Joni (48) tidak tepat. Sebab UU Darurat No 12 tahun 1951 menyebutkan, Airsoft Gun bukan senjata api. Dimohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa.

Hal itu dikatakan Syahrul Ramadhan dan Hasbullah, selaku Penasihat Hukum (PH) terdakwa, dalam pledoi (nota pembelaan) yang dibacakan dalam persidangan di ruang Cakra-3 PN Medan, Rabu (2/12/2020).

Dikatakan, Airsoft Gun hanya diatur dalam peraturan Kapolri, itupun dibedakan antara senjata api dan Airsoft Gun. “Senjata api dan Airsoft Gun, pengertiannya berbeda dan izinnya juga berbeda,” ujar kedua advokat dalam persidangan dipimpin hakim ketua Jarihat Simarmata.

Selain itu, Syahrul dan Hasbullah menyebutkan, proses penggeledahan terhadap terdakwa dinilai ilegal, sebab tidak didasari surat penyelidikan atas dugaan senjata api.

Kacaunya, penggeledahan yang dilakukan tanpa dihadiri saksi-saksi yang netral dan objektif, seperti Ketua RT, RW setempat. Jadi itu sudah melanggar KUHAP. Dalil yang tertuang dalam pledoi PH terdakwa, secara tegas menolak dakwaan dan tuntutan JPU Anwar Ketaren.

JPU menuntut terdakwa Joni, 2 tahun penjara, karena terbukti bersalah memiliki Airsoft Gun ilegal, yakni melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951.

Menurut Syahrul dan Hasbullah, dakwaan dan tuntutan JPU adalah keliru, antara Senjata Api dan Airsoft Gun itu berbeda.

“Jadi dakwaan dari JPU tidak secara sah terbukti dan menyakinkan, oleh karena itu kami meminta kepada majelis hakim agar membebaskan klien kami,” ungkapnya.

Apalagi, sambungnya, awalnya penggeledahan kasus judi, namun tidak ditemukan barang bukti judi, tapi yang ditemukan Airsoft Gun.

“Namun, yang anehnya, yang melakukan penggeledahan itu pihak Polda Metro Jaya bukan dari Polda Sumut, kan aneh,” kata keduanya.

Perlu diketahui, peristiwanya Jum’at, 07 Pebruari 2020 sekitar pukul 07.30 wib. Terdakwa di tangkap di rumahnya, Komplek Brayan City, Kelurahan Pulo Brayan, Kec. Medan Barat, Medan,

Saat itu, datang petugas kepolisian yang mencurigai terdakwa yang ada kaitanya dengan jaringan judi online. Selanjutnya petugas menggeledah rumah terdakwa .

Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan tas jinjing yang disimpan dalam lemari yang berisikan sepucuk senjata Air Sof Gun.

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *