DPRD Kepada Pemda Halteng: Kami Apresiasi Program Optimasi Lahan Pertanian di Weda Selatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Halteng – Komisi Dua dan Tiga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut), melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Weda Selatan, untuk meninjau program optimasi lahan Pertanian, Jumat (4/12/2020).

Kunjungan itu dimpimpin langsung oleh Ketua DPRD Halteng, H Sakir Ahmad dan bertemu dengan Camat, Kordinator BPP Kecamatan Weda Selatan, seluruh tenaga penyuluh serta pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah.

“Optimasi lahan pertanian adalah usaha meningkatkan pemanfaatan sumber daya lahan yang sementara tidak diusahakan. Atau, IP rendah menjadi lahan usaha tani yang lebih produktif, melalui perbaikan fisik dan kimiawi tanah serta bantuan sarana dan prasarana lainnya dalam menunjang peningkatan areal tanam dan atau indeks pertanaman (IP),” kata Wakil Ketua II DPRD Halteng, Hayun Meneke.

Kata Hayun, program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah ini merupakan sebuah terobosan besar di tengah pandemi covid 19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia khususnya Halmahera Tengah.

“Beberapa bulan yang lalu penerapan protokol kesehatan oleh pemerintah yang begitu ketat telah berpengaruh terhadap sumber pendapatan petani, tingkat produksi pertanian menurun, sepinya aktifitas perekonomian, yang pada gilirannya bermuara pada potensi terjadinya resesi ekonomi di Halmahera Tengah,” jelasnya.

“Dampak ini tentunya menjadi pekerjaan besar Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat dalam rangka menghindari terjadinya resesi ekonomi di Kabupaten Halmahera Tengah,” sambung Hayun.

Dari hasil peninjauan tadi kata Hayun, DPRD Halteng bangga dan memberikan apresiasi kepada Pemda Halteng yang telah melakukan pemulihan ekonomi di tengah pandemi melalui program Optimasi Lahan Pertanian dengan menargetkan perbaikan cetakan sawah sebesar 300 hektar di 4 Desa Kecamatan Weda Selatan.

Desa yang dimaksud adalah, Lembah Asri, Wairoro Indah, Kluting Jaya dan Desa Sumber Sari. “Begitu seriusnya pemerintah daerah terhadap program ini. Bahkan pemda menggunakan tenaga pendamping yang berpengalaman dari Perusahaan M Tani dari Jakarta,” katanya.

Lanjut Hayun, dari presentasi yang disampaikan oleh Pendamping dari Perusahan M Tani da Dinas Pertanian Halteng, menyampaikan bahwa benih padi yang digunakan dalam kegiatan ini memiliki potensi produksi yang sangat besar.

“Dimana 1 Hektar sawah bisa menghasilkan 10,5 Ton Padi Gaba. Tentunya faktor yang mempengaruhi tingkat hasil produksi yang begitu tinggi juga dipengaruhi oleh cara perlakuan yang dimulai dari tahap persiapan lahan, penyemaian benih padi, penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan,” katanya.

“Dan kita sangat berharap agar pendamping dari Dinas Pertanian Halteng mampu menyerap ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh pendamping dari M Tani. Sehingga kedepan dengan kapasitas cetakatan sawah yang telah kita miliki mampu mewujudkan Swasembada Beras di Kabupaten Halmahera Tengah serta dapat mempersiapkan hasil produksi dalam menghapadi perkembangan industri di Kawasan Teluk Weda,” sambungnya.

Dari presentasi tadi, para pendamping juga menyampaikan pentingnya infrastruktur lain yang perlu disiapkan untuk dapat menunjang program ini seperti Jalan Produksi untuk memudahkan pengangkutan hasil produksi. Karena target panen padi akan dilakukan pada bulan maret atau april 2021.

Program ini sumber anggarannya dari APBD Perubahan Tahun 2020 yang melekat pada Belanja Tak Terduga dengan ploting anggaran sebesar kurang lebih 10 Miliar. Selain dari kegiatan perbaikan cetakan sawah, item kegiatan yang melekat pada program ini juga berupa pengadaan sarana dan prasarana penunjang seperti Pompa Air, Hand Traktor, Mesin Slep, Saung Tani dan Peralatan Pertanian Pasca Panen.

Dari hasil peninjaun di lapangan kami melihat giat petani yang begitu semangat melakukan aktivitasnya. Sesekali senyum mereka merekah manis kepada kami. Ini menandakan adanya harapan besar petani terhadap program ini. Karena memang selama ini, petani yang ada di 4 Desa Kecamatan Weda Selatan belum pernah mendapatkan sentuhan program seperti ini.

 

 

 

Pewarta : Fandi/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *