Kapolsek Indralaya kampanyekan Tolak Politik Uang dalam Pilkada 2020

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palembang – Kapolsek Indralaya Deklarasi mengajak Unsur Tripika dan penyelenggara Pilkada serta seluruh Kades di Indralaya Tolak Politik Uang Dalam Pilkada Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Indralaya Rahmini, Kapolsek Indralaya AKP Helmi Ardiansah, Danramil indralaya Kapten Inf Safarudin, Ketua PPK Kecamatan Indralaya Rosikhan Anas, Panwascam Kecamatan Indralaya Erik, seluruh Kades Lurah se Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

 

Dalam kegiatan ini, telah dilakukan penandatagan deklarasi Pilkada politik uang oleh Unsur Muspika, yaitu Ibu Camat Indralaya, Kapolsek Indralaya dan Danramil indralaya serta seluruh Kades/Lurah se Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Adapun isi dari deklarasi tersebut, yaitu :
Untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta tegaknya Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir tahun 2020 yang berintegritas, maka kami, pemangku kepentingan (stakeholder) kepemiluan dari unsur Trifika menyatakan:

1. Menolak dan melawan politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pilkada yang lain, serta penghasutan dan adu domba dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020 karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

2. Melawan intimidasi, ujaran kebencian, dan berita bohong (hoaks) karena mengurangi kualitas dan integritas penyelenggaraan Pilkada.

3. Mendorong partai politik, pasangan calon dan tim kampanye agar tidak melakukan politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pilkada yang lain, serta penghasutan dan adu domba dalam memengaruhi pilihan pemilih.

4. Mengajak seluruh pemilih menggunakan momentum Pilkada serentak Tahun 2020 untuk menjamin pelayanan hak pilih, menghormati keberagaman, mendewasakan politik kerakyatan dan membangun kontrak sosial antara pemilih dengan partai politik dan kandidat.

5. Mendukung Badan Pengawas Pemilihan Umum melakukan pengawasan dan penindakan secara akuntabel terhadap pelanggaran politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pilkada yang lain, serta penghasutan dan adu domba, sekaligus meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

6. Mendorong jurnalisme damai, adil, dan menjunjung etika jurnalistik dalam pemberitaan media massa untuk melawan politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta pemilu yang lain, serta penghasutan dan adu domba.

7. Mendukung Badan Pengawas Pemilu untuk melakukan sinergi dan kolaborasi pengawasan partisipatif dengan pemangku kepentingan (stakeholder) kepemiluan untuk melakukan sosialisasi dan kampanye bersih tanpa praktik politik uang dan penghinaan terhadap seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan/atau peserta Pilkada yang lain, serta penghasutan dan adu domba.

Selama kegiatan berlangsung dilaksanakan dengan memakai protokol kesehatan memakai masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan dan jaga jarak.

 

 

Pewarta : Fendi/Tim.

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *