Ketua DPRD Pandeglang tanggapi keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Kelangkaan pupuk subsidi dirasakan petani di Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, Sabtu (5/12/2020)

Atas terjadinya kelangkaan pupuk tersebut,”Ketua DPRD Tubagus Udi Juhdi. SE menanggapinya yang di keluhkan para petani yang ada di pandeglang, dan ia pun langasung mengirim surat perotes ke kementrian pertanian RI .

TB Udi Juhdi mengatakan, kami sudah melayangkan protes melalui surat resmi ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI, mendesak Kementan, agar membuka portal Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan menambah kuota pupuk bersubsidi.

“Saya mengetahui ketika reses di beberapa lokasi desa dan kecamatan, saat itu saya banyak menerima aspirasi soal kelangkaan pupuk bersubsidi,”ujarnya.

Masih hal yang sama,bagi kalangan para petani pupuk itu merupakan kebutuhan utama,” Apalagi kondisi saat ini masih masa pandemi Covid-19. Tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Untuk itu kita berharap Kementan RI dapat merespon dan merealisasikan apa yang diharapkan petani tersebut,” ucapnya.

Di tempat yang berbeda,” Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, M. Nasir mengaku, terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi karena adanya perubahan sistem. Dan petani harus mengisi e-RDKK yang disertai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Kelangkapan pupuk bersubsidi juga dipengaruhi dengan bertambahnya musim tanam. Terlebih sekarang ini bukan musim kemarau, sehingga petani melakukan tanam sebanyak tiga kali dalam satu tahun ini,” cetusnya.

“Namun ada kendala juga yang dialami petani dalam mengisi e-RDKK, seperti petaninya tidak memiliki kelengkapan dokumen kependudukan.

Lanjut Nasir,” Kendati demikian, pihak Distan Pandeglang pun sama seperti dewan melakukan upaya dengan mengirim surat resmi kepada Kementan RI, agar membuka portal penambahan kuota pupuk bersubsidi ke Pandeglang,” pungakasnya.

 

 

 

Pewarta : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *