Puskesmas Lapri, Proyek percontohan dari Kemenkes di wilayah perbatasan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Proyek pembangunan Puskesmas Lapri di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sudah tidak dipersoalkan lagi alias klir. Pembangunan yang bersumber dari anggaran DAK Afirmasi tahun 2020, dan dikerjalan oleh CV. Pioner Nunukan Permai dengan nilai kontrak Rp 6,855 miliar, saat ini sudah dalam tahap finishing.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Dokter M Tololiu, pembangunan dibidang kesehatan terutama pembangunan Puskesmas Lapri adalah salah satu program prioritas dan juga merupakan proyek percontohan dari Kementerian Kesehatan.

Sebagai pejabat Pengunan Anggaran (PA), Dokter M Tololiu bertanggungjawab mulai dari perencanaan sampai monitoring dan evaluasi,”Saya bertanggungjawab penuh, saya udah turun ke lokasi proyek jadi saya tidak saja menunggu laporan dari PPTK semuanya sudah berjalan dengan baik,” ujarnya kepada wartawan Mitrapol Yuspal saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (1/12/2020).

Karena ada laporan dari PPTK, saya juga turun langsung ke lokasi, pembangunan Puskesmas Lapri ini memang agak tidak sesuai karena agak sedikit lambat, jadi saya diminta turun untuk melihat langsung kondisi fisik bangunan, jelas Dokter M. Tololiu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Dokter M Tololiu, saat diwawancarai wartawan Mitrapol, Yusuf Palimbongan

Lanjutnya,”Saya udah dua kali melihat langsung dan sudah memberikan surat teguran, jadi kita berharap kontraktor benar-benar mempercepat pembangunan ini dengan menggerakkan lebih banyak pekerja, kalau perlu kerjanya sampai malam, supaya lekas selesai, jadi progresnya itu bisa dikejar agar sesuai harapan.”

Saat ditanya seandainya kegiatan proyek pembangunan puskesmas Lapri ini tidak tuntas tahun 2020, bagaimana kelanjutannya, apakah ini tidak bertentangan dengan aturan atau kah memang ada kebijakan dari PPTK atau dari pemberi wewenang dalam hal ini Kementrian Kesehatan, apakah bisa diberikan penambahan waktu.

Terkait hal itu, Dokter M Tololiu mengatakan,”Kita usahakan agar selesai, pokoknya Kontraktor wajib menyelesaikannya pada tahun ini, kalau melewati batas waktu kontraknya, kita kasih denda sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Puskesmas ini fungsinya untuk melayani masyarakat, Jadi kita usahakan begitu selesai bisa langsung dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang langsung menyentuh ditiap poli, istilahnya UKP termasuk juga UKM, terkait pelayanan pencegahan di masyarakat jadi Puskesmas ini akan melayani masyarakat di wilayah sungai Pancang karena di situ daerah yang paling padat penduduk.

Saya berharap agar masyarakat yang ada di Sebatik Utara bisa memanfaatkan Puskesmas ini untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus dalam upaya pencegahan, saya juga berharap masyarakat mau bekerja sama dengan kami dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengadakan kegiatan Posyandu.

Begitu juga kalau cakupan pelayanan tentu bukan hanya untuk masyarakat di wilayah kita saja kalau masyarakat yang ada disebrang, kalau memang dia membutuhkan karena setahu saya memang masyarakat di Sebatik Malaysia juga sebagian besar warga kita juga yang ada disana kita juga siap melayani kalau memang mereka itu membutuhkan itu bisa mereka itu akses ke Puskesmas yang terdekat.

Ditempat terpisah, Rahim ST, PPTK pembangunan proyek Puskesmas Lapri menjelaskan masalah pembangunan tersebut.

Menurut Rahim, sejauh ini pembangunan Puskesmas Lapri masih terus berjalan dengan baik, Insya Allah sampai dengan bulan Desember 2020 bisa selesai, jelasnya

Lanjut Rahim, masalah pekerjaan di lapangan, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik, mungkin hanya ada persoalan teknisnya saja, masalah adanya covid ini mungkin menjadi kendala kita dalam bekerja, Bulan September kemarin, pekerjaan sudah 50%, kalau sekarang sudah mencapai sekitar 60 % nan, mudah-mudahan pekerjaan bisa selesai tepat waktu tanpa ada hambatan dan tanpa ada halangan, sehingga dapat dimanfaatkan secepatnya oleh masyarakat setempat, jelasnya.

Kalau memang pekerjaan ini tidak selesai sampai habis masa kontraknya, berdasarkan Perpres kita lihat kalau secara fisik pekerjaan itu memang bisa diselesaikan dengan memberikan waktu kurang lebih 50 hari dengan catatan itu denda maka bisa kita lakukan penambahan waktu kurang lebih 50 hari kalender untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Rahim ST, PPTK pembangunan proyek Puskesmas Lapri saat diwawancarai

Karena sifatnya parsial, artinya bukan proyek mutis tahun jamak, maka harus selesai dalam tahun yang bersangkutan yaitu tahun 2020 ini, bilamana terjadi keterlambatan yang sifatnya secara fisik, maka memungkinkan kita untuk menambah waktu, dengan tetap didenda, kan aturannya memang ada, tambahnya.

Kendala dalam pembangunan ini, mungkin itu tadi yang masalah dengan adanya covid ini, jadi pekerjaan ini termasuk misalnya material yang datang di luar dari yang ada di Nunukang itu yang sulit, yang pengadaannya karena walaupun akses barang itu lancar cuman belum tentu seperti akan menjadi sekejil kita ya mungkin seperti itu jadi misalnya ada beberapa barang itu yang harus didatangkan dari Surabaya seperti ada namanya ACP itu itu memang harus dari Surabaya tidak ada di sini dan kendala kita di situ menyangkut masalah mobilisasi material yang di luar di Nunukan untuk masalah itu.

Menyangkut masalah pembangunan Puskesmas Lapri itu memang merupakan program dari kementerian dari dana DAK Afirmasi, itu merupakan DAK kegiatan dari Kementerian Kesehatan khusus untuk daerah di TPK perbatasan dan untuk wilayah Kabupaten Nunukan terutama di Sebatik, dari 5 kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Sebatik Utara yang belum mendapat DAK Afirmasi, makanya baru tahun 2020 ini program Kementerian menganggarkan untuk pembangunan Puskesmas di Sebatik Utara dengan bentuk prototipe, sehingga menjadi percontohan untuk nantinya pembangunan Puskesmas di wilayah Kabupaten Nunukan akan mengikuti prototipe yang sudah ada.

Dengan terbangunnya Puskesmas percontohan dari Kementrian Kesehatan ini bisa menjadi contoh dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama di wilayah batasan, apalagi lokasi Puskesmas tersebut berada di garis perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Semoga nantinya pelayananya di Puskesmas ini bisa lebih maksimal.

Masyarakat berharap Puskesmas ini tidak saja hanya dibangun tetapi lengkapi dengan sarana dan prasarana, utamanya Alat Medis dan Tenaga Medisnya yang profedional, apabila nanti sudah beroperasi, Puskesmas ini tidak saja melayani warga setempat, tetapi bisa juga melayani warga Malaysia yang tinggal diperbatasan, karena mereka juga orang Indonesia, orang Bugis namun berkewarganegaraan Malaysia. Masyarakat juga mengharapkan Nunukan bisa jadi lebih baik.

 

 

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *