Subur, Kades idaman masyarakat Desa Kampung Melayu

  • Whatsapp
Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono

MITRAPOL.com, Kabupaten Tangerang Banten – Pilihan Masyarakat Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang memang tidak salah, mereka mengapresiasi pembangunan yang ada di desanya. Mereka mayoritas merasa puas dan senang atas apa yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Sangat beralasan kenapa warga senang, walau baru genap satu tahun menjabat Kades kinerja positif dari Subur Maryono sudah banyak implikasi perubahan yang dirasa, khususnya dalam hal pembangunan sarana infrastruktur, termasuk pembangunan turab saluran tersier jalur irigasi maupun betonisasi dan perbaikan jalan lingkungan yang sangat membantu kelancaran aktivitas dan produktivitas ekonomi warga.

Dalam halini Kepala Desa Melayu Barat Subur Maryono mengatakan dalam hal pembangunan yang ada di desa selalu dilandasi dengan musyawarah mufakat. Kata Subur, mengatur segala kebijakan bukan hal mudah, dan diperlukan pendekatan, baik secara kelembagaan maupun edukasi.

Kepala Desa Kampung Melayu Barat, Subur Maryono

“Kebijakan yang diambil harus berdasarkan hasil musyawarah. Coba lihat, dana bantuan pemerintah baik pusat, provinsi, maupun daerah kami alokasikan untuk kepentingan masyarakat. Seperti sarana infrastruktur Jalan, turab dan lainnya,” ungkap Kades Melayu Barat Subur Maryono biasa akrab dipanggil SBR. Sabtu, (4/12/20).

Masih ujar subur, Semua pembangunan tidak serta merta ada, tapi melalui proses yang panjang. Pembangunan yang dikerjakan tahun ini merupakan hasil Musrenbangdes tahun lalu.

“Alhamdulillah sudah sesuai dengan target. Semua dikerjakan secara swakelola. Jadi siapapun masyarakat bisa ikut dalam pekerjaan bangunan tersebut,” ucap Subur yang juga pernah jadi penggiat aktivis.

Anggota BPD Melayu Barat Marwan, mengungkapkan, semenjak dibawah pimpinan Kades Subur, pembangunan Desa begitu signifikan. Adapun segala keputusan merupakan hasil musyawarah, berdasarkan pengajuan serta usulan yang dibutuhkan masyarakat.

“Pembangunan yang sudah dilaksanakan, semuanya dirasakan warga. Anggaran yang digunakan bersumber dari dana desa, ADD, dan BanGub,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Arsyad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *