Wow,Diduga kuat jadi masalah,Sawah bengkok desa Sukajadi digadaikan.

  • Whatsapp

MITRAPOL.com,Pandeglang – Tanah bengkok merupakan salah satu Tanah Desa yang merupakan barang milik desa. Tanah kas desa adalah kekayaan desa dan menjadi milik desa.

Namun sawah bengkok desa Sukajadi,Kecamatan Carita,Pandeglang-Banten patut dipertanyakan.Hal ini diperkuat dengan informasi yang digali Mitrapol.com bahwa sawah bengkok desa Sukajadi ini digadaikan dengan jumlah Rp.5.500.000(Lima juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Iyah Sawiah ini memaparkan bahwa sawah bengkok telah digadekan kepada dirinya oleh seorang ibu yang bernama sani warga kp.silaban desa Sindang Laut.

“Awalnya ibu sani datang kerumah saya meminta tolong untuk dipinjamin uang dengan jaminan sawah bengkok milik desa sukajadi yang diurusinnya,”papar iyah.

Tambahnya, Ibu Sani meminta tolong kepada saya lagi butuh uang untuk urusan pribadi anakya yang katanya Yatim.

Ibu Sani menjelaskan kepada saya bahwa penggadain sawah bengkok ini diketahui oleh pak kades Sukajadi yaitu Ray Safriudin dan dikwitansinya tertulis nama Lurahnya,”tambahnya lagi.

Terbubuhkan pertanggal 1/8/2019 dalam kwitansi. “Telah diterima dari Iyah Sawiah Uang sejumlah Lima Juta Lima Ratus ribu rupiah untuk pembayaran Pelimpahan gadai sawah di sumur muncang dari bapak Lalang/Lurah Udin kepada saudari Sani ke Iyah Sawiah”dan tertanda tangan diatas materai 6000.

Ditempat terpisah kades Sukajadi membenarkan kejadian pengadaian sawah bengkok dan sudah melakukan mediasi antara warga yang mengadai dengan penggadai.

“Sebenarnya saya juga gak tau awal sawah bengkok ini digadaikan.terang sang kades.Awalnya itu sawah saya kontrakin terhadap saudara jarman yang dimana nanti hasilnya dibagi untuk desa.Adanya permasalahan seperti ini sudah coba mengumpulkan kedua belah pihak untuk dimusyawarahkan,papar Ray.

Saudara sani informasinya sekarang lagi TKW diluar negri,dan saudara Lalang belum bisa ditemuin yang jelas terhadap orang tua lalang sudah kita konfirmasikan untuk segera mengembalikan uang ibu iyah.

Royen Siregar selaku Ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten menyoroti dan permasalahan sawah bengkok yang diduga digadaikan ini segera dibereskan.

Dikatakan Royen bahwa Tanah bengkok merupakan tanah desa yang merupakan kekayaan milik desa. Tanah bengkok tidak diperbolehkan dilakukan pelepasan hak kepemilikan kepada pihak lain (diperjualbelikan) tanpa persetujuan seluruh warga desa, termasuk kepada kepala desa atau perangkat desa sekalipun, kecuali untuk kepentingan umum.

Jadi sebenarnya permasalahan sawah bengkok disumur muncang ini lucu dan perlu ditelusuri kebenarannya,ko bisa sawah bengkok berani digadaikan oleh warga tanpa diketahui oleh seorang kades.terang Royen.

tanah bengkok sebenarnya milik bersama dan semua bisa memakai tergantung kebutuhan.Status tanah bengkok telah diatur sedemikian rupa oleh peraturan pemerintah maupun setempat.Sebagai warga negara yang taat peraturan, sudah sepatutnya tanah bengkok digunakan bersama.”tambahnya.

Jadi Seorang Kades merupakan seorang pejabat desa, maka pergunakanlah secara adil.Agar manfaat yang didapat bisa dipakai bersama-sama.”tutupnya

 

 

 

Pewarta : Royen.TIM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *