Dengan mengutamakan Protokol Kesehatan Pulau Tidung siap terima wisatawan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Terletak di sebelah Utara Jakarta, Pulau Tidung merupakan satu diantara gugusan Pulau di Kepulauan Seribu. Pulau Tidung adalah salah satu Pulau di kelurahan yang ada di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung ini pun terbagi menjadi dua bagian yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Kedua pulau ini dihubungkan dengan jembatan panjang, yang juga menjadi icon dari Pulau Tidung, yaitu Jembatan Cinta. Konon, jembatan ini merupakan saksi kisah asmara, hubungan pasangan yang berkunjung ke Jembatan Cinta akan semakin langgeng. Sementara bagi yang belum memiliki pasangan, berkunjung ke jembatan tersebut akan membuat seseorang segera bertemu jodohnya.

Keindahan Pulau Tidung semakin menarik dengan Air Laut yang jernih berwarna kebiruan, juga masih banyak terdapat ikan cantik warna-warni atau terumbu karang yang mempesona.

Para wisatawan yang akan berangkat ke Pulau Tidung dari Dermaga Kali Adem

Sebagai salah satu destinasi populer di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung ini seperti tidak ada sepinya, apalagi di pulau ini banyak memiliki objek wisata menarik. Selain itu pula didukung dengan fasilitas wisata yang lengkap, dari mulai tempat makan, penginapan, moda transportasi, beragam aktivitas wisata, dan lain sebagainya.

Namun dampak Pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda berbagai sektor usaha, juga menghentikan seluruh kegiatan industri pariwisata di pulau tersebut.

Hal ini dialami oleh pengelola wisata maupun masyarakat yang berada di obyek wisata bahari Pulau Tidung. Sehingga destinasi favorit ini pun bisa dikatakan sepi pengunjung.

Wisatawan turun draktis akibat Pandemi Covid-19 ini, jelas berdampak terhadap ekonomi bagi warga masyarakat setempat, baik itu dari pendapat akomodasi, transportasi, makanan, pemandu wisata dan lain sebagainya yang terkait di sektor industri pariwisata.

Penerapan Protokol Kesehatan bagi wara wisatawan di Pintu Dermaga Kali Adem

 

Masyarakat setempat pun berharap agar Pulau Tidung ini bisa normal kembali, walau pun tidak sepenuhnya, mengingat sudah terlihat beberapa wisatawan lokal yang kembali datang untuk menikmati keindahan Pulau Tidung ini.

Mendongkrak setor pariwisata di Pulau Tidung ini memang tidak mudah. Namun semua pihak yang terkait dengan industri pariwisata terus berupa mendatangkan wisatawan. Tentunya tetap mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat.

Menurut informasi yang di dapat dari petugas pariwisata Pulau Tidung, di masa Pandemi ini, jumlah wisatawan yang berkunjung tidalah banyak, seperti sebelum pandemi.

Wisatawan yang berkunjung turun drastis,”Saat ini saja, Sabtu (28/11/2020), jumlahnya kurang lebih 400 orang. Bila dibandingkan sebelum Pandemi, Pulau Tidung ini pengunjungnya bisa mencapai kurang lebih 2000 wisatawan sebelum pandemi, baik itu dari wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Pemandu Wisata yang berada di Pusat Informasi Pariwisata, yaitu Dadeng Solengkar, yang didampingi Helmayuri serta Taufik Hidayat.

Kapal penyebarangan ke Kepulauan Seribu

Ia juga menjelaskan, beberapa bulan kebelakang. Pulau ini pun sempat ditutup untuk pengunjung yang ingin berwisata, saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurutnya, pihak pengelola pariwisata Pulau Tidung ini tidak tinggal diam, namun terus berupaya untuk mendatangkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam pulau Tidung.

Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Hal ini juga untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan. Pihak pengelola Pariwisata tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Memang dapat dilihat saat di Dermaga, kapal sandar penumpang yang turun terus dipantau untuk protokol kesehatan, seperti penggunaa masker, juga menyiapkan tempat cuci tangan, sehingga setiap penumpang kapal wajib mencuci tangan dengan sabun, dan pengecekan suhu tubuh.

Para wisatawan wajib mengikuti Protokol Kesehatan saat tiba di Pulau Tidung

Bukan itu saja, di halaman Dermaga juga terlihat ada peti mati yang bertuliskan, “Waspada Covid-19, Sayangi Nyawa Anda dan Keluarga Tercinta”. Ini mengingatkan kita, warga masyarakat maupun seluruh pengunjung Pulau Tidung akan pentingnya untuk menjaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan, sehingga terhindar dari Covid-19.

Wisata Menarik di Pulau Tidung

Banyak tempat-tempat wisata menarik yang dapat di kunjungi di Pulau Tidung, seperti halnya Pulau Tidung Kecil, yang tidak digunakan masyarakat sebagai tempat tinggal. Di pulau ini, bisa menemukan vegetasi hutan mangrove yang dikelola pemerintah setempat.

Kemudian tempat yang paling favorit yaitu Jembatan Cinta, dimana Jembatan ini digunakan sebagai penghubung antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil. Di samping itu, kawasan laut di sekitar jembatan yang memiliki panjang 800 meter ini merupakan salah satu spot terbaik untuk wisatawan yang hobi snorkeling, juga untuk spot berfoto.

Pulau Tidung Besar ini begitu asri memiliki alam yang mengagumkan dengan pantai pasir putihnya yang menawan. Di sini juga kita bisa menikmati panorama matahari terbenam yang mempesona. Selain itu terdapat pula Pantai Saung Cemara Kasih.

Di saung ini kurang lebih ada lima ayunan yang menjadi spot foto populer. Ada pula spot favorit dengan ayunan berjajar tiga,

Adapula Makam Raja, tentunya bukan hanya wisata alamnya saja yang menarik untuk dikunjungi, ada pula wisata ziarah dengan berkunjung ke sebuah makam bersejarah.

Konon, menurut penduduk setempat, makam tersebut merupakan tempat disemayamkannya jenazah Raja Pandhita dan Panglima Hitam.

Di pulau Tidung pastinya menikmati perjalanan dengan bersepeda. Apalagi sebanyak 1000 sepeda yang dapat disewa, di siapkan untuk transportasi pengunjung di pulau tersebut.

Bila di gambarkan, Pulau Tidung ini merupakan pulau terbesar dari Kepulauan Seribu, dengan jumlah permukiman penduduk yang ramai.

Terkait dengan Pariwisata Pulau Tidung, Ketua Karang Taruna Kelurahan Pulau Kidung Askuri, saat ditemui mengungkapkan promosi pariwisata di Pulau Tidung ini perlu ditingkatkan lagi.

“Saat ini dibandingkan pada saat Pandemi lalu memang ketat aturan pemerintah, bahkan wisatawan sempat berhenti, namun setalah PSBB Transisi, pariwisata disini dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan ketat,” ujar Askuri.

Untuk itu ia berharap Dinas terkait, khususnya Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu, dapat membantu untuk mempromosikan kembali pariwisata yang ada, sehingga Pariwisata kembali bergairah.

Begitu pula yang disampaikan Novita bersama pasangannya Rhys warga Negara Slandiabaru yang saat itu sedang menikmati liburan di Pulau Tidung selama tiga malam.

Menurutnya Pulau Tidung ini sangat bagus dan indah sebagai kawasan wisata bahari, kita sangat menikmati di pulau ini, yang pasti beraktifitas wisata.

 

 

DR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *