BPKAD bersama SATPOL PP Pemda KUTIM berhasil tarik 139 kendaraan dinas

  • Whatsapp

MITRALPOL.com, Sangatta Kaltim – Berkat tangan dingin Pjs. Bupati Kutim dan kerja keras BPKAD serta Satpol PP Kutim, BPKAD Kutim berhasil menarik 139 unit kendaraan Dinas pejabat purna tugas daerah dari berbagai OPD Kutim.

Dalam kegiatan secara simbolis penarikan, pengamanan dan penyerahan aset kendaraan dinas milik Pemkab Kutim terdiri dari mobil dinas 52 unit dan motor dinas 87 unit yang digelar di halaman depan Kantor Pemkab Kutim minggu lalu.

Hasil pengamanan kendaraan dinas itu masing-masing berasal dari para pejabat purna tugas Pemkab Kutim yang berhasil ditarik dari tiga kota yaitu Samarinda, Tenggarong, dan Sangatta.

Pjs. Bupati Kutim Moh. Jauhar Efendi pun merespon positif hasil kinerja BPKAD bersama Satpol PP yang sudah sejak Sabtu (28/11/2020) .

“Saya apresiasi gerakan cepat BPKAD dan Satpol PP yang sudah bekerja maskimal berdasarkan surat perintah penertiban dan pengamanan kendaraan dinas bermotor hasil “MCP Koordinasi Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tentang Manajemen Aset Daerah” pada poin pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan, pengamanan serta pemulihan aset. Tertanggal 22 April 2020 Nomor B.2055/KSP.00/10-16/04/2020 tentang progres pemberantasan korupsi terintegrasi bidang manajemen aset khususnya kendaraan dinas Pemkab Kutim,” jelasnya.

Sebagai Pjs. Bupati Kutim, banyak curhatan yang ia terima, salah satunya keluhan dari para camat yang belum memiliki kendaraan dinas untuk operasional kerja.

“Berdasarkan keluhan tsb saya melakukan kebijakan penertiban pasalnya hal ini sudah tertuang di Undang-undang jika para pejabat yang sudah purna tugas wajib mengembalikan kendaraan dinas yang masih dibawa,” ungkapnya .

Akibat dari kebijakanya ini Pjs Bupati ini juga mengklarifikasi adanya tudingan jika ia dinilai arogan dan beringas dari kebijakan pemimpin terdahulu. Hal ini pun dia luruskan jika ia bertugas sesuai dengan porsi sesuai aturan.

Saya menjalankan sistem sesuai dengan aturan yang berlaku. Memang terjadi pro kontra kebijakan ini dipandang tidak memuaskan semua pihak.

Fahmi anwar salah satu pejabat purna tugas mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kutim karena selama masa bertugas sudah diberi fasilitas kenderaan dan akan mengembalikan kenderaan dengan sukarela .

Sebagai penutup beliau berharap agar kenderaan dinas tsb agar dirawat baik baik agar dapat dipergunakan untuk melakukan tugas bagi pejabat lainya.

 

 

Pewarta : Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *