Diguyur Hujan selama 3 hari berturut turut, ratusan hektar sawah dan pemukiman warga terendam Banjir

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Dimasa tenang untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pandeglang, Ratusan hektar sawah dan rumah di 6 Kecamatan terendam banjir, dengan ketinggian air hingga mancapai 1 meter lebih, diantaranya di Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Panimbang, Sobang, Cikesik, Senin (7/12/2020).

Banjir tersebut akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah bagian Pandeglang, sehingga air tersebut meluap dari sungai Cilemer dan Ciliman serta lainya, yang sudah tidak kuat lagi menampung,” hingga mengakibatkan air meluap menggenangi persawahan dan pemukiman warga di 6 kecamatan.

Atas terjadinya banjir dampaknya sangat dirasakan masyarakat terutama petani, karena belum lama ini para petani baru saja sawahnya beres ditanami padi, selain itu warga juga lumpuh tidak bisa melakukan aktipitas akibat terkepung banjir, apalagi sebentarlagi mau menjalani pesta demokrasi Pilkada, kemungkinan kalau airnya belum surut bisa gagal di laksanakan.

Masyarakat yang sawahnya dan kampungnya kebanjiran sangat riskan, selain tanaman padinya takut membusuk, juga bintang buya yang ada di kali takut berkeliaran ke tempat permukiman warga.

Kepala Desa Bulagor Enting Zaenudin mengatakan,” Terkait banjir yang menerjang di desa yang ia pimpin, banjir di Desa Buagor Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, sudah menenggelamkan persawahan kurang lebih 200 hektar dan permukiman warga, saat ini ketinggian air kurang lebih sudah mencapai 1 meter, kalau hujan terus mengguyur kemungkinan air akan terus naik.

Ia menjelaskan,” maka dari itu atas terjadinya banjir, selain merendam sawah juga rumah warga yang dataranya rendah, beda dari kampung yang lainya yang ada di Desa Bulagor,” jelasnya.

Ia menghimbau, masyarakat harap berhati – hati dan harus selalu waspada, takut sewaktu – waktu debit air naik, saya juga selalu memantau dan memonitoring dengan petugas BNPB daerah, apabila ada hal kejadian yanag tidak di inginkan bisa segera teratasi.

Lanjut Enting, terhadap para orang tua tolong anaknya di jaga jangan dibiarkan bermain di air banjir, takut ada kejadian hal yang tidak di inginkan, karena kita sudah tau semuanya, bahwa di kali itu ada binatang buaya, takutnya binatang tersebut berkeliaran ke permukiman,” imbuhnya.

Ia berharap, semoga banjir segera surut kasin para petani, selain tanaman padinya takut busuk juga tidak bisa beraktivitas, apalagi di tgl 9 Desember mau ada pesta demokrasi pilkada,” tutup Enting Zaenudin.

 

 

 

Pewarta : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *