Setelah 4 jarinya putus, Erdina buat laporan palsu, akhirnya divonis 7 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Erdina Br Sihombing (54), tergolong perempuan nekat. Soalnya, dia berani memotong 4 jari tangannya, hanya untuk membebaskan utangnya.

Apes memang, rencana tak bejalan mulus, malah dia divonis 7 bulan penjara oleh majelis hakim PN Medan, Senin (7/12/2020), karena terbukti bersalah membuat laporan palsu.

Menurut hakim ketua Riana Pohan yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-6, Erdina terbukti bersalah melanggar pasal 220 KUHPidana.

Putusan majelis hakim tak beda jauh dengan tuntutan JPU Candra Naibaho dari Kejari Medan, yang menuntut terdakwa 9 bulan penjara.

Peristiwanya, Jumat 1 Mei 2020 sekira pukul 03.30 wib, bertempat di Jalan Mamiyai, Gang Senggol Kel. Tegal Sari III, Kec. Medan Area, Medan.

Semula terdakwa sengaja membawa parang dari rumahnya.
Saat berada di tempat sepi, terdakwa yang berprofesi sebagai pedagang  ini, meletakkan 4 jari tangannya diatas batu, dan sejurus menebasnya dengan parang, sehingga 4 jarinya putus dan mengeluarkan darah cukup banyak.

Kemudian terdakwa yang beralamat di Jalan Perjuangan Kel. Sigara-gara Kec. Patumbak, Deliserdang ini, langsung membungkus tangannya yang berlumuran darah dengan kain sarung

Sedangkan keempat jari tangannya yang putus, dimasukkan ke dalam kantong plastik, lalu membuangnya ke dalam parit.

Selanjutnya terdakwa menghubungi saksi Lagu Mehuli Br Ginting bersama dengan saksi Laba Sinulingga untuk membawanya ke Rumah Sakit Murni Teguh.

Yusuf, Satpam Murni Teguh sempat bertanya kepada terdakwa tentang jarinya yang putus dan berdarah. Terdakwa menjawab jika dirinya korban perampokan, begal.

Sejurus,  anak terdakwa yang bernama Nico Johan Saputra Manurung, langsung membuat laporan  ke Polrestabes Medan.

Kemudian petugas Polrestabes Medan melakukan pemeriksaan dan pengecekan ke lokasi kejadian, namun petugas  menemukan kejanggalan atas pengakuan terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan di Polda Sumut, terdakwa mengakui, sengaja menyampaikan berita bohong, agar yang memberi utang kepadanya merasa kasihan dan iba.

Ujungnya, 4 jari tangannya putus, utang tak juga lunas, bahkan harus mendekam di penjara selama 7 bulan, karena membuat laporan palsu.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *