Pilkada Pandeglang, pasangan No Urut 1 Irna-Tanto di Desa Bulagor unggul

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Pemilihan Kepala Daerah Pilkada Kabupaten Pandeglang di Desa Bulagor mencapai 67 persen untuk kemenangan pasangan Nomor Urut Satu, Hj. Irna Narulita-Tanto.

Adanya pesta demokrasi Pilkada tersebut, masyarakat Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang, walau sedang dilanda banjir disertai padamnya lampu selama mulai banjir datang, masyarakat tetap sangat antusias mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya, Rabu (9/12/2020).

Walau sedang keadaan banjir masyarakat tetap tidak mengurungkan niatnya tetap berangkat jalan walau dengan berjalan kaki dan menyebrangi air banjir, nampak dari keliatan wajahnya tetap semangat, untuk menentukan hak pilihnya masing-masing ke calon kepala daerah.

6 TPS di Desa Bulagor semua sudah menjalankan protokol kesehatan, para petugas sudah menyediakan masker sarung tangan alat tes suhu, tempat cuci tangan dan menepatkan calon pemilih dangan pakai jarak, sehingga tidak ada kerumunan masa.

Masyarakat hadir ke masing-masing TPS membawa surat undangan dan sesuai jam yang sudah di tentukan panitia, untuk menghindari adanya kerumunan masa karena saat ini masih dalam pandemi covid 19.

Para pemilih yang masuk ke area TPS semua di haruskan, menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker juga memakai sarung tangan yang sudah disediakan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Semua TPS di Desa Bulagor berjalan dengan normal aman kondusip sampai dengan selesai tidak ada kesulitan dan halangan apapun tepat waktu apayang sudah di tentukan.

Menurut keterangan salahsatu warga Desa Bulagor yang enggan di sebutkan namanya mengatakan, kami datang ke TPS untuk memenuhi panggilan untuk pemilihan menentukan hak pilih, ingin menetukan kepala daerah.

Lanjut ia, walau rumah dan sawah kebanjiran bagi kami tidak jadi halangan, harapan kami sebagai masyarakat kecil, bagi yang terpilih menjadi pemimpin Pandeglang,” Tolong jangan lupa terhadap kami, terutama warga Desa Bulagor,” ucapnya.

Karena akses menuju desa kami terutama infrastruktur yang masih sangat parah, dan apabila musim tanam padi tiba kami menrcari pupuk sangat susah, selain itu haraga tabung gas elpiji 3 kg di desa kami masih sangat tinggi juga, kalau tidak percaya silahkan sidak cek dan ricek kebawah.

Masih hal yang sama,”Kasian masyarakat kecil yang pendapatannya minim, karena itu sudah menjadi kebutuhan poko bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *