BTN Cabang Medan Merugi Rp 14,7 M, Canakya divonis 2 tahun 4 bulan penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Canakya Suman (40), Direktur PT KAYA, divonis dua tahun 4 bulan penjara, karena terbukti bersalah melakukan penggelapan tehadap SHGB yang telah diagunkan di Bank BTN Cabang Medan.

Majelis Hakim diketuai Tengku Oyong yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-7 PN Medan, Jumat (11/12/2020), menyebutkan, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Putusan majelis hakim lebih rendah dibanding tuntutan JPU Nelson Victor dari Kejati Sumut yang menuntut terdakwa 3 tahun 6 bulan penjara.

Lebih tepat lagi, terdakwa terbukti bersalah secara bersam-sama melakukan penggelapan atas 35 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang telah diagunkan di BTN Cabang Medan untuk mendapatkan kredit Rp 39,5 miliar.

Menanggapi putusan majelis hakim, JPU dan Penasihat Hukum (PH) terdakwa menyatakan, pikir-pikir. Sesuai dakwaan, bermula tahun 2014, Canakya, selaku Direktur PT Krisna Agung Yuda Abadi (KAYA) mengajukan kredit kepada BTN Cabang Medan.

Nilai kredit sebesar Rp 39,5 miliar, dengan jaminan 93 lembar SHGB atas nama PT. Agung Cemara Realty milik pengusaha properti Mujianto.

Dalam kasus ini, Mujianto memberikan kuasa kepada Canakya Suman di Kantor Notaris Elvira untuk menjual 93 SHGB.

Berdasar kuasa itu, Canakya Suman malah mengajukan kredit, dan mendapat pinjaman sebesar Rp 39,5 miliar.dari BTN Cabang Medan.

Proses pengajuan kredit, dibantu oleh seseorang bernama Dayan Sutomo yang mengenalkan Canakya kepada Ferry Sonefille selaku Kepala Kantor Cabang BTN Medan, dan menjadi penghubung ke pejabat bagian kredit BTN Cabang Medan.

Hasil kerja yang dilakukan Dayan, diduga mendapat sukses fee sebesar Rp 2 miliar, yang kemudian berbagi dengan orang dalam BTN.

Dalam proses pengajuan kredit Rp 39,5 miliar itu, diagunkan 93 SHGB, namun pihak BTN Cabang Medan hanya menerima 58 SHGB, sedangkan 35 SHGB masih ditangan terdakwa, sebab belum dibuat Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT).

Kacaunya, Juni 2016 sampai Maret 2019, Canakya mengalihkan atau menjual 35 SHGB yang belum APHT kepada orang lain, tanpa seizin pihak BTN Cabang Medan.

Akibat perbuatan terdakwa, BTN Cabang Medan, notabebe bank milik pemerintah mengalami kerugian, berupa hilangnya 35 SHGB yang bernilai Rp. 14.775.000.000.

 

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *