Pilot project Kelapa Sawit berkelanjutan Muba pukau peserta Konferensi Mark Plus ke-15

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, JAKARTA – Sebagai pilot project replanting atau peremajaan kelapa sawit hingga pengelolaan kelapa sawit menjadi bensin membuat Kabupaten Muba selalu menjadi pembicaraan berbagai pihak. Betapa tidak, atas terobosan inovasi Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tersebut telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat dan mewujudkan energi baru terbarukan yang berkelanjutan.

Bahkan, Kabupaten Muba juga mempersiapkan diri menjadi ibu kota energi berkelanjutan berbasis sawit dengan menggandeng MarkPlus Inc untuk mengoptimalisasi pengelolaan serta produksi energi berkelanjutan sesuai dengan SDGs hingga tahun 2030 mendatang.

Bupati Musi Banyuasin, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, optimis bahwa daerah yang sedang dipimpinnya mampu menjadi ibu kota energi berkelanjutan berbasis kelapa sawit di tahun 2030. Mengingat saat ini sudah berjalan beberapa program terkait keberlanjutan salah satunya produksi bensin dari kelapa sawit. Dengan ini, tujuan Muba di tahun 2025 menjadi nation of champion sustainable economy atau juara nasional tentang ekonomi berkelanjutan dapat segera tercapai.

“Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis dan masuk tahap proses. Produksi bensin sawit dari Musi Banyuasin akan dimulai dalam waktu dekat,” papar Dodi di sela zoom meeting Sebagai Pembicara pada Sesi Kepemimpinan dengan Tema Minyak Sawit Berkelanjutan pada Peringatan Konferensi Mark Plus yang Ke-15 Tahun 2021, Kamis (10/12/2020).

Dodi menambahkan, sebelumnya juga keseriusan dirinya untuk mewujudkan energi terbarukan biofuel telah dilakukannya melalui kerjasama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Lanjutnya, upaya pembenahan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk memperjuangkan terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan.

“Kita juga nantinya berencana akan membangun mini refinery untuk penampungan sementara, dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang,” ujarnya.

Dodi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Muba juga telah berupaya mendukung Program Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan melaksanakan Muba Sustainable Palm Oil Initiatif (MSPOI) melakukan berbagai rencana aksi yaitu Mencegah deforestasi melalui moratorium izin baru dan peningkatan produktivitas dengan replanting. Pendekatan lanscape melalui pendekatan satu kesatuan kawasan yang saling mempengaruhi dan memperhatikan area-area dengan nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV),” terangnya.

Selanjutnya tidak berkebun di lahan gambut melalui moratorium izin kebun di lahan gambut dan restorasi lahan gambut dengan rewetting, revegetation, revetalisation bersama BRG dan KLHK. Mencegah exploitasi tenaga kerja anak dibawah umur dan perempuan melalui sosialisasi kepada pekebun dan perusahaan-perusahan dan pemantauan berkala.

“Juga membangun area sumber komoditi tersertifikasi dengan keterlacakam kebun dan produksi serta mendorong penggunaan pupuk alami dan mengurangi residu pupuk. Terakhir pabrik mendekati ke rantai pasok sehingga meningkatkan pendapatan petani dengan pengurangan biaya transportasi dan mengurangi emisi kendaraan dengan jarak tempuh yang pendek,” jelasnya.

Pada kesempatan zoom meeting Sebagai Pembicara pada Sesi Kepemimpinan dengan Tema Minyak Sawit Berkelanjutan pada Peringatan Konferensi Mark Plus yang Ke-15 Tahun 2021, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Plt Kadisbun Muba Akhmad Toyibir SSTP MSi dan dengan Narasumber Ketua GAPKI Joko Supriyono dan Direktur Utama BPDP-KS Eddy Abdurahman.

 

 

Pewarta : Anto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *