Ini penjelasan tim Advokasi thoni-Imat untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 (dua) Desa Pasirmae Pandeglang

  • Whatsapp
foto: Tim advokasi 02

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pemilihan Bupati dan wakil Bupati serentak seluruh indonesia sudah selesai berjalan Sukses.

Untuk wilayah banten terkhusus Kabupaten Pandeglang telah menghasilkan keunggulan suara sementara untuk pilihan 01 yaitu IRNA – Tanto.

Keunggulan suara sementara ini menurut tim Advokasi Thoni-Imat yaitu pilihan 02 diduga kuat ditenggarai beberapa kecurangan-kecurangan didalam pelaksanaan pemilihan.

Dari salah satu Tim Advokasi Hukum Thoni- Imat (02) Satria Pratama SH. Memafarkan ke Mitrapol.com saat disambangi dikantornya bahwa telah menerima surat pemberitahuan dari Komisi Pemilihan Umum Kab.Pandeglang dengan nomor surat No.1005/PL-02.6-SD/360/KPU-Kab/XII/2020 tertanggal 11 Desember 2020 tentang penetapan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 (dua) Desa Pasirmae Kecamatan Cipeucang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 13 Desember 2020 di TPS 2 (dua). Sabtu 12/12/2020.

Dikatakannya,Bahwa atas surat pemberitahuan tersebut, kami TIM ADVOKASI HUKUM sejak awal telah menduga banyak pelanggaran terjadi terstruktur, sistematis, masif dan brutal pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilukada di Kabupaten Pandeglang,mulai dari tingkat RT, Kepala Desa, Camat, ASN, kepala Dinas, hingga anggota KPPS .

Hal ini terbukti dalam surat rekomendasi dari Bawaslu Kabupaten Pandeglang dengan nomor No.372./BT/Bawaslu-Pdg/XII/2020 tertanggal 10 Desember 2020 yang ditujukan kepada Ketua Panitia Pemilihan (PPK) Kecamatan Cipeucang untuk segera dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 2 (dua) Desa Pasirmae Kecamatan Cipeucang,Kabupaten Pandeglang.

Dilakukannya pemilhan ulang ini dikarenakan ditemukannya 2 (dua) unsur pelanggaran secara terstruktur, sistematis, masif dan brutal ; Bahwa telah terjadi pelanggaran terbukti terdapat 1 (satu) atau lebih dari seoarang pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali, pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda.tambah pengacara muda ini.

Bahwa telah tejadi pelanggaran terbukti terdapat pelanggaran pemungutan berupa pencoblosan surat suara lebih dari satu kali oleh anggota KPPS Bahwa atas surat pemberitahuan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Dengan pemungutan suara ini menjadi gambaran nyata, bahwasanya ada kecurangan dan kerusakan dalam penanganan pada pemilukada di Kabupaten Pandeglang.tegasnya

Kami sebagai tim advokasi dari 02 ini sudah menerima banyak informasi dan temuan.Mulai dari pemilih salah TPS, Pemilih menggunakan C-6 orang lain, pemilih kehilangan hak pilih/C-6 tidak diberikan/ surat suara kurang, pemilih ganda lebih satu kali, adanya intimidasi, petugas yang menyalahi prosedur.

Sehingga publik mengetahui, jika telah terjadi banyak kecurangan yang terjadi secara tersturktur, sistematis, massif dan brutal pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kab.Pandeglang.

Jadi kami Tim Advokasi Hukum Thoni-Imat menegaskan, untuk Pertama Mendesak GAKUMDU Kab.Pandeglang segera bertindak untuk memeriksa, melakukan penyelidikan dan penyidikan secara cepat transparan, dipidanakan sebagaimana UU No.10 tahun 2016 tentang Pemilukada pasal 177B, 178A, 178B, 178C, karna jelas akibat dari ketidaknetralan anggota KPPS tersebut bisa menjadi pintu masuk bahwa telah terjadi kecurangan dan kejahatan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pandeglang.

Kedua, Mendesak Komisi Pemilihan Umum Kab.Pandeglang untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang dan Penghitungan Ulang diseluruh TPS Kab.Pandelang

Ketiga, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar segera memeriksa dan memutus seluruh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Pandeglang bersalah melakukan pelanggaran dalam penanganan pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang. (TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *