Patroli sekaligus sosialisasi 3M, Polwan Dit Pam Obvit Polda Sumsel Sasar Nasabah BANK

  • Whatsapp
Patroli Polwan Dit Pam Obvit Polda Sumsel Sasar Nasabah BANK
foto: Polwan Dit Pam Obvit Polda Sumsel, Akbp, Anna

MITRAPOL.com, Palembang – Patroli Polwan Dit Pam Obvit sasarannya Nasabah Bank BNI Opi Mall, BNI Km 5 dan Nasabah BNI Km 9 Palembang, Jumat 11/12/2020

Angka kasus COVID-19 hingga saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Indonesia. Masyarakat pun terus dihimbau untuk tetap berada di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Bacaan Lainnya

Namun, pada kondisi tertentu kita tetap harus keluar rumah untuk melakukan aktivitas tertentu, termasuk ketika kita ketempat pelayanan Publik tetap kita melaksanakan Prokes Covid 19 ‘ucap AKBP Anna Susila SE.

foto: Polwan Dit Pam Obvit Polda Sumsel, mitrapol.com

Koordinator Kegiatan Patroli dan was oleh Polwan Dit Pam Obvit Polda Sumsel yang kali ini Sasarannya Para Nasabah BNI OPI MALL Jakabaring,BNI Km5 dan nasabah BNI km 9 Palembang,”kata Akbp Anna SE,

Prokes dibentuk dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas secara aman dan tidak membahayakan keamanan dan kesehatan orang lain untuk itu Polwan Dit Pam Obvit Polda sumsel ikut serta dalam mengedukasi masyarakat dalam melaksanakan prokes Covid 19.” ucap Akbp Anna SE,

Sesuai dari amanah tugas kepolisian yang sering diucapkan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM teruslah menebarkan kebaikan walaupun kebaikanmu itu tidak disaksikan oleh pimpinan, Namun keikhlasan dan kebaikanmu itu akan disaksikan oleh Tuhanmu dan kebaikan itu akan berbalik kepada dirimu dan engkau akan merasakannya,” imbuh Akbp Anna menirukan ucapan kapolda sumsel

Adapun Kegiatan yang dilakukan antara lain Polwan Dit Pam Obvit diantaranya,
1. Menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada nasabah Bank, security maupun pegawai bank

2. memberikan himbauan kepada nasabah , security dan pegawai bank untuk mematuhi protokoler kesehatan dgn 3 M guna terhindar dari Covid 19 menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dgn sabun

3. Mengecek Standard keamanan Mulai dari Satpam/Security, CCTV, APAR dan alkes guna penanggulangan dari wabah covid 19.

4. Menghimbau kepada nasabah serta security agar selalu waspada terhadap segala hal hal yang mencurigakan dan apabila terjadi tindak pidana agar segera menghubungi call centre 110 atau kepolisian setempat.

5. Menghimbau kpd security agar selalu mengecek suhu tubuh nasabah yg akan bertransaksi di bank.” pungkasnya

Perlu diketahui agar tetap aman saat harus pergi keluar rumah, Kementerian Kesehatan membuat sebuah protokol kesehatan sebagai solusinya.
Protokol kesehatan adalah aturan dan ketentuan yang perlu diikuti oleh segala pihak agar dapat beraktivitas secara aman pada saat pandemi COVID-19 ini.
Protokol kesehatan dibentuk dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas secara aman dan tidak membahayakan keamanan atau kesehatan orang lain.
Jika masyarakat dapat mengikuti segala aturan yang tertera di dalam protokol kesehatan, maka penularan COVID-19 dapat diminimalisir.

Protokol kesehatan terdiri bari beberapa macam, seperti pencegahan dan pengendalian.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian secara spesifik melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam protokol kesehatan tersebut, dipaparkan aturan-aturan yang perlu dilakukan oleh segala pihak yang berada di tempat atau fasilitas umum.

Berikut adalah tempat dan fasilitas yang disebutkan:

Pasar dan sejenisnya, Pusat perbelanjaan/mall/pertokoan dan sejenisnya
Hotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya
Rumah makan/restoran dan sejenisnya
Sarana dan kegiatan olahraga, Tempat transportasi
Stasiun/terminal/pelabuhan/bandar udara, Lokasi daya tarik wisata
Jasa perawatan kecantikan/rambut dan sejenisnya dllnya
Kegiatan keagamaan di rumah ibadah
Jasa penyelenggaraan event/pertemuan

Pada setiap lokasi tersebut, aturan-aturan protokal kesehatan diperuntukkan bagi tiga pihak, yaitu pihak pengelola atau penyelenggara, penjual atau pekerja, dan pengunjung atau tamu.
Setiap pihak memiliki perannya masing-masing sehingga aturan bagi tiap pihak telah disesuaikan.

Secara umum, aturan bagi tiap pihak memiliki kesamaan satu sama lain, yaitu:

1. Pihak pengelola atau penyelenggara,
Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait COVID-19 di wilayahnya. Hal tersebut penting dilakukan agar segala hal penting dapat terorganisir dan termonitor.

Membentuk Tim Pencegahan COVID-19 di lokasi masing-masing untuk membantu pengelola dalam penanganan COVID-19 dan masalah kesehatan lainnya.

Selalu menerapkan jaga jarak di lokasi masing-masing dengan berbagai cara, seperti pengaturan jarak antrean, memberikan tanda khusus jaga jarak yang ditempatkan di lantai, dan lain sebagainya.

Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para penjual atau pekerja tentang pencegahan penularan COVID-19.

2. Pihak penjual atau pekerja
Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat berdagang/bekerja.

Saat perjalanan dan selama bekerja selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, dan hindari menyentuh area wajah. Jika terpaksa akan menyentuh area wajah pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer.
Melakukan pembersihan area kerja masing-masing sebelum dan sesudah bekerja.

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS seperti mengkonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal 7 jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.

3. Pihak pengunjung atau tamu
Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum keluar rumah. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah.

Wajib menggunakan masker, Menerapkan prinsip jaga jarak, Membawa alat pribadi termasuk peralatan ibadah sendiri seperti alat sholat.

Poin-poin protokol di atas adalah aturan-aturan secara umum. Tempat atau fasilitas tertentu memiliki aturan yang lebih ketat dan rumit karena kerentanan dan kemungkinan penularan yang lebih tinggi.
Untuk mengakses aturan-aturan protokol kesehatan di tempat atau fasilitas umum secara lebih lengkap,

 

 

 

Pewarta : Fendi / Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *