Kompak, warga Desa Serke dan Buket Linteung secara Swadaya perbaiki Jembatan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – Warga di dua Desa Serke dan buket Linteung kecamatan Langkahan kabupaten Aceh Utara perbaiki jembatan ambruk secara swadaya dan gotong-royong. Sebelumnya jembatan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut ambruk karena lapuk. Minggu (13/12/20)

Yusmadi salah satu warga menjelaskan Ke awak media, Jembatan penyeberangan tersebut Sedang diperbaiki oleh masyarakat, sebab jika tidak diperbaiki sebagian masyarakat terhambat aktifitasnya.

Gotong-royong masyarakat, pohon kelapa dan kayu ini hasil iuran masyarakat, ini murni hasil masyarakat, belum pernah di dibuatkan jembatan Darurat,berpatungan warga bantu alakadarnya saja sama kepala desa buat beli paku sama tali,” ucap Yusmadi

Kata Yusmadi, Pada musim penghujan seperti ini, warga merasa khawatir sebab debit air yang deras dan kadang kerap meluap hingga menutupi jembatan tersebut, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan dengan membuat jembatan permanen.” Papar Yusmadi

Kalau lagi banjir, Air bisa sampai ke atas sekitar 3,5 meter bahkan lebih, Panjang jembatan sekitar 12 meter, Padahal disana (seberang sungai-red) banyak masyarakat dan anak Sekolah yang hampir 40 persen murid berasal dari sebrang sana gak ada jalan lain selain ke jembatan ini, kalau pun ada mereka terpaksa tempuh jalur yang lumayan jauh.” jelasnya

Ia menambahkan ini Sudah kali 3 kami bergotong royong buat jembatan Darurat. Namun roboh karena berbahan pokok pohon kelapa dan kayu, sebelumnya jembatan hancur terbawa air, namun kemarin rusak karena sudah lapuk. Harapan saya kepada pemerintah setempat, mohon segera bangun jembatan ini karena keperluan masyarkat melakukan aktivitas sehari hari dan kami juga berharap kepada pemerintah agar segera merealisasikan atensi dari masyarakat,” Ucapnya Salahuddin, (45)

Salah satu tokoh pemuda yang berada di seberang jembatan, ia mengaku kesulitan saat jembatan hancur karena harus melewati jalan yang lumayan jauh padahal kalau lewat jembatan ini hitungan menit sudah sampai di pasar. Apalagi Anak-anak sekolah Merasa Sangat susah kalau mereka harus setiap hari ke sekolah harus melewati jalan yang sangat jauh,” Tutur singkatnya.

Geusyik setempat Abdul Aziz sapaan ustadz, saat awak media menghubunginya lewat pesan WhatsAppnya beliau hanya membalas, Ini yang saat ini bisa kami lakukan, Kurangnya Perhatian dari Pemkab Aceh Utara terhadap warga jeritan Masyarakat pedalaman. Jembatan Antar Desa Buket Linteung dan Gampoeng Seureuke Harus terputus terbawa derasnya banjir.

Camat langkahan Kausar saat di konfirmasi, Sudah saya laporkan semalam ke BPBD dan seluruhnya yang terjadi akibat banjir, di Seurike Krueng lingka buket linteung semua sudah direkap,”tulis di pesan WhatsAppnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Ijal/ Yape

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *