Seorang Kades di Lebak jadi tukang ngurus Jenazah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Seorang Kepala Desa Cibungur, Kecamatan Lewi damar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. memiliki profesi yang jarang sekali dan tidak biasa di jalankan oleh para Kepala desa lainnya, yakni, menjadi tukang mengurus jenazah.

Suherman atau Herman alias Jaro Kuncir, seorang kepala desa cibungur di Kabupaten Lebak ini mengaku sudah sejak tahun 1999 menjalani sebagai tukang mengurus jasad orang meninggal mulai dari memandikan, mensucikan dan mengkafani jenazah. hal itu dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

“Sampai sekarang setiap ada warga yang meninggal para keluarga dan ahli warisnya selalu menyerahkan untuk di sempurnakan,” ujar Herman kepada mitrapol.com Selasa, (13/12/2020).

Semula, Herman mengaku dirinya dikenal sebagai pemuda berandal, pemabuk, tukang judi bahkan merampok. meski demikian, jiwa sosial ditengah masyarakat terbilang cukup tinggi terutama untuk urusan lingkungan. perubahan sikap Herman juga dilakukan lantaran merasa ingin istiqamah belajar ilmu agama di sebuah pondok pesantren, meskipun tidak lama (3 Tahun) khusus mempelajari pokok syari’at yang dibutuhkan ditengah masyarakat seperti mengurus jenazah, memimpin tahlil dan lainnya.

Perubahan itu tidak serta merta membuat orang percaya, acapkali dia mendengar cibiran dari orang-orang yang masih ragu bahwa dia telah keluar dari masa brutalnya. meski demikian, Herman tidak butuh pengakuan orang lain, perkara yang dijalankan adalah urusan dirinya dengan sang Maha kuasa (Allah SWT)

“Awalnya ya begitulah, saya beranikan diri mengurus jenazah saudara, akhirnya jadi kebiasaan setiap ada warga meninggal selalu menunggu, bahkan sampai sekarang sesibuk apapun dan sedang ada di manapun saya harus pulang kalau ada kabar ada warga yang meninggal.”Tandasnya

Seiring berjalan waktu, lelaki berusia 50 tahun ini terdorong untuk ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) keyakinan ingin mendedikasikan liwat kebijakannya di sambut baik oleh mayoritas masyarakat di Desa cibungur hingga nasib baik menghantarkan dirinya dilantik sebagai pemimpin (Kades).

“Saya waktu jadi kandidat juga tidak mengeluarkan uang untuk membayar warga. Uang dari mana, saya hanya bekas berandalan. kerja saya mengurus orang meninggal, mungkin yang menjadi pertimbangan warga adalah, ketika saya membantunya saat mengurusi jenazah yang tidak bisa dinilai dengan materi,” ujarnya

Seorang warga membocorkan tentang Herman, namun sayang dirinya tidak bersedia jika di tulis nama dan mengakui bahwa dirinya salahsatu yang dulu sempat meragukan sosok Herman, bahkan, pada saat pemilihan kepala desa Dia mendukung kandidat lain.

“Secara pribadi dulu saya bukan pendukung dia, tapi selama dia menjabat semua keraguan saya dia jawab dengan pembuktian bahwa dia mampu bekerja bukan cuma bisa mengurusi orang meninggal, intinya hebat lah,” pungkasnya

 

 

Pewarta : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *