SADIS: Bantuan UMKM dari Pemerintah Pusat di sunat Calo, Begini komentar warga Pandeglang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bojen Pandeglang banten harus menelan pil pahit setelah bantuan mereka di tilap sebagian oleh oknum tak bertanggung jawab.

Besaran BLT UMKM yang akan diterima pendaftar yang lolos adalah Rp2,4 Juta

Namun hal itu tidak dirasakan oleh beberapa keluarga penerima manfaat (KPM) khususnya yang berada di desa bojen kecamatan sobang  pandeglang banten.

Pencairan bantuan tersebut yang seharusnya senilai Rp2,4 Juta/KPM ternyata tidak di terima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) Seutuh nya alias disunat Oknum.

Berdasarkan hasil informasi yang dihimpun awak media, pemotongan terjadi pada saat penerima program bantuan tersebut telah di cairkan di salah satu kantor Bank BRI unit Panimbang pandeglang  banten.

Menurut keterangan dari beberapa keluarga manfaat (KPM) Besaran pemotongan tersebut mencapai Rp.1.000.000 bahkan ada yang mencapai Rp.1.400.000 per KPM. Pemotongan tersebut dilakukan dengan dalih untuk administrasi koperasi juga pembuatan buku rekening.

“Kami yang menerima BLT di wilayah Desa bojen dipotong sebesar Rp 1.000.000,” ucap turwati, warga kp.bojen kulon kepada awak media senin (14/12/2020).

Turwati menyebut, pemotongan dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai pelantara dan memfasilitasi pengajuan program UMKM tersebut.

Memang pada awal pengajuan kami para penerima manfaat di minta pernyataan/perjanjian secara lisan bahwa ketika kami mendapatkan program UMKM tersebut nominal yang harus kita terima sebesar Rp.1.400.000.” tutupnya

Ditempat terpisah, Ami warga kp.bojen pasar desa bojen kecamatan sobang saat di konfirmasi dikediamannya mengatakan ke awak media bahwa”, dirinya hanya mendapatkan uang program UMKM tersebut sebesar Rp1.000.000,-

“Uang UMKM yang saya terima hanya Rp 1.000.000, dan yang sisanya untuk administrasi koperasi dan pembuatan buku rekening, dari jumlah keseluruhan 33 kpm potongannya berpariatif ada yang Rp.1.000.000 bahkan Rp.1.400.000, dan itu langsung di ambil di Bank oleh saudara Usup.”tuturnya

Sementara itu Usup selaku pelantara (kordinator) saat di konfirmasi via teleponya mengatakan bahwa, yang saya tau keseluruhan nya ada sekitar 1500 KPM yang di ajukan namun hanya 50% yang terealisasikan akan tetapi diantara 33 KPM yang saya ajuka cuma 19 orang yang di realisasi, itupun kebanyakan saudara istri saya yang mendapatkan.” Cetus Usup

Masih kata Usup, memang betul saya meminta uang sebesar Rp.1.000.000 per KPM dan kalau di jumlahkan totalnya sebesar Rp19.000.000, namun saya hanya dapat jatah 100.000 per KPM dan total keseluruhan yang saya dapat kan sebesar Rp1,900.000, akan tetapi jumlah sisa yang Rp.17,100.000, saya serahkan ke Saudara Luki karena uang tersebut untuk di bagikan ke pengurus, salah satunya, dari pihak bank BRI, Dewan dan Kementrian, kalau ingin lebih jelasnya lagi silahkan tanyakan langsung ke pak Luki.” terangnya ke awak media pada malam selasa (14/12/2020).

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Heru/ Agus triana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *