Terbukti bawa sabu 21 Kg, Syamsul dan Ponisan divonis pidana mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Syamsul Bahri alias Syamsul (35) dan Ponisan (40), divonis pidana mati, karena terbukti bersalah berperan sebagai perantara jual beli sabu-sabu seberat 21 kilogram.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Syafrin Batubara dalam persidangan virtual di ruang Cakra-5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (15/12/2020).

” Menjatuhkan hukuman kepada Syamsul Bahri alias Syamsul dan Ponisan dengan pidana mati,” kata hakim ketua Syafrin Batubara dalam amar putusannya.

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Disebutkan, Syamsul Bahri alias Syamsul, warga Dusun III, Desa Air Teluk Hessa, Kec. Air Batu, Kab. Asahan, Sumatera Utara

Sedangkan Ponisan, warga Jalan Bambu, Desa Selat Tanjung Medan, Kec. Datuk Bandar Timur, Tanjung Balai, Sumatera Utara

Kedua terdakwa, papar majelis hakim, secara tanpa hak dan melawan hukum berperan sebagai perantara jual beli narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Hal memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan, urai majelis hakim.

Menanggapi putusan majelis hakim,  penasihat hukum terdakwa dari LBH Shankara Mulia Keadilan (SMK) Tita Rosmawati menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim persis sama dengan tuntutan JPU Nurhayati Ulfia yang juga menuntut kedua terdakwa, pidana mati.

Mengutip dakwaan, Februari 2020, terdakwa Syamsul bersama Ponisan (berkas terpisah) dihubungi Daeng (DPO) yang meminta terdakwa untuk mengantarkan sabu dari Tanjung Balai ke Kota Medan dengan upah Rp 15juta.

Dengan mengendarai mobil, terdakwa Syamsul berangkat menuju tempat pengambilan sabu, sedangkan Daeng mengikuti dari belakang dan memberikan petunjuk melalui telepon.

Setelah sampai di lokasi,
dua orang lelaki memberikan tiga tas berisi sabu. Lalu terdakwa Syamsul dan Daeng bergerak menggunakan mobil Luxio menuju ke Jalan Selat Lancang, dan bertemu terdakwa Ponisan.

Pesan Daeng kepada terdakwa, tas yang besar serahkan ke Jokowi dan dua tas lagi berikan kepada  Romi di Medan.

Kemudian,  kedua terdakwa melanjutkan perjalanan, saat melintas di depan rumah makan Afrika, Jalan Lintas Sumatera Perkebunan Tanah Datar, Kec. Talawi, Kab. Asahan, mobil kedua terdakwa dihadang petugas BNN.

Petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap mobil terdakwa. Hasilnya, petugas menemukan barang bukti, satu buah tas warna orange yang berisi sepuluh bungkus plastik sabu dengan berat total 21.011 gram.

Selanjutnya petugas BNN melakukan pengembangan ke Medan dan berhasil menangkap Romi alias M Yani.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *