Adu Mulut Oknum Pejabat Pemkab Toba Dengan Pengunjung Kantin dihadapan Ketua TP PKK

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Para pegawai Kantor sekretariat kabupaten toba dihebohkan dengan suara Adu mulut antara masyarakat dengan oknum pejabat pemerintah Kabupaten Toba yg berasal dari kantin pkk yang letaknya berada dibelakang kantor bupati kabupaten toba. Adu mulut yang dipertontonkan hingga berujung kepada ketidak nyamanan para pengunjung yang sedang menikmati suguhan hidangan di Kantin PKK tersebut, mengundang para staf dan pejabat keluar dari ruanganya untuk mencari sumber keributan, Kamis (17/12/2020).

Pengamatan mitrapol yang kebetulan berada dikantin tersebut, Berawal dari kedatangan Ny Brenda Ritawaty Darwin Siagian br Aruan selaku ketua Tp Pkk didampingi Sekretaris PKK Risma Sitorus ke kantin PKK sekitar pukul 15.30 Wib, tampak duduk berbincang serius dengan pengelola kantin PKK. Selang beberapa waktu, di tengah perbincangan mereka, Risma Sitorus beranjak mendekati posisi duduk salah seorang dari pengunjung ET (37) tanpa diketahui maksud dan tujuan awalnya tidak mempertanyakan apapun hingga akhirnya Risma kembali duduk ke tempat duduknya.

Namun, entah apa yang merasukinya, tiba-tiba Risma menuduh ET, salah seorang pengunjung telah mengambil photo mereka dan meminta handphone (HP) milik pengunjung tersebut.

“Saya merasa tadi kamu photo, minta dulu handphone mu saya lihat,”sebutnya dengan nada tinggi sedikit memaksa.

Sontak salah seorang dari pengunjung lainnya, Desi Gultom yg merupakan eda (ipar) dari ET melarang untuk menyerahkan HP milik pribadi ET kepada Risma yang diketahui merupakan salah seorang kabid di Dinas PMD PPA.

Larangan tersebut disampaikan Desi dikarenakan Risma bukanlah selaku penyidik untuk pembuktian sebuah perkara, hingga mengakibatkan perdebatannya dengan oknum pejabat pemerintah yang seharusnya menjadi contoh pengayom dan panutan bagi masyarakat.

“Apa hak saudara mau menyita handphone milik pribadinya. Saudara siapa kok seenaknya mau memerintahkan orang untuk menyerahkan HP nya? Kepentingan apa..? Lagian saudara jangan asal menuduh,” tegas Desi.

Mendengar keributan yang terjadi, Ny Brenda Ritawaty Darwin Siagian br Aruan akhirnya meninggalkan lokasi kantin pkk disusul Risma Sitorus.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak pengelola kantin pkk tentang kedatangan istri Bupati bersama salah seorang pejabat Pemkab Toba ke kantin PKK tersebut, pengusaha kantin Ny S Simanjuntak menjelaskan sekaitan permintaan biaya sewa kantin PKK untuk 4 tahun kedepan.

“Karena saya tidak sanggup bayar kontrak kantin ini selama 4 tahun 50 juta dan katanya sudah ada yang ingin mengganti, mereka juga mengutarakan per hari Senin depan (21/12) sudah ada yang akan menempati untuk mengelola”, terangnya.

Dijelaskanya, selama hampir 1 tahun sejak Januari 2019, pengusaha tetap membayar uang sewa kantin sejumlah Rp.100 ribu rupiah setiap hari kecuali sabtu,minggu dan hari libur kerja. Namun satu minggu setelah usai pilkada, kali ini dia dibebankan untuk membayar 50 juta jika masih ingin melanjutkan usaha di kantin PKK tersebut. Informasi besaran sewa, sebutnya, sudah dipesankan sejak, Senin (14/12/2020) lalu.

Sambil mengumpulkan sejumlah barang milik pribadi untuk usahanya dan meninggalkan kantin PKK sejak saat itu, Ny PS Simanjuntak mengakui harus mematuhi pimpinan.

“Semoga nanti yang menggantikan disini bisa lebih bagus lagi dibuat,”terang pengusaha yang juga menjabat sekretaris di Pokja III PKK Kabupaten Toba.

Adu mulut yang terjadi antara oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Toba dengan masyarakat tersebut, tanpa disadari mempertontonkan performa yang kurang baik dilingkungan pemkab toba.

 

 

 

 

Pewarta : (Abdi.S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *