Hakim heran, Saksi Antoni membayar Rp 3 miliar kepada terdakwa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Sidang lanjutan perkara penipuan penggelapan atas nama terdakwa Syamsuri, kembali digelar, dengan agenda mendengar keterangan saksi korban Antoni Tarigan.

Dalam persidangan di ruang Cakra-3 PN Medan, Rabu (16/12/2020), saksi Antoni Tarigan mengaku, mendapat kuasa dari pemilik tanah Johnson Tambunan.

Tanah yang diperjualbelikan seluas 570 M2 yang terletak di Jln. HOS Cokroaminoto No. 8 Kel. Pandau Hulu I Kec. Medan Kota, Medan.

Menjawab hakim ketua Tengku Oyong, saksi Antoni mengatakan ikut mendatangani akta jual beli antara Jonhson Tambunan dan terdakwa Syamsuri pada Desember 2013.

Disebutkan pula, akibat dari jual beli itu, dirinya dihukum dan masuk penjara,”Akibat dari jual beli itu, saya masuk penjara, Pak Hakim,” jelas Antoni Tarigan.

Setelah bebas dari penjara, Antoni mengaku berupaya membayar Rp 3 miliar kepada terdakwa, agar tidak lagi dilibatkan dalam jual beli tanah tersebut.

“Meski tanah itu telah dibeli orang lain, namun terdakwa tidak mengembalikan uang saya, Pak Hakim,” ungkap Antoni.

“Lho anda penerima kuasa, tapi kok malah bisa mengganti tiga miliar, inikan aneh,” tanya hakim, heran.

“Benar pak hakim, agar nama saya tidak lagi terbawa-terbawa, terkait dengan jual beli tanah itu,” jawab Antoni.

Saksi Antoni juga mengakui jika tanah yang menjadi objek sengketa telah dijual dan dikuasai oleh Lamidi,”tapi sertifikatnya ada sama saya, pak hakim,” tandasnya.

Penjelasan Antoni, rada-rada aneh sebab berani membayar Rp 3 miliar kepada terdakwa, padahal posisinya dalam jual beli itu, sebagai penerima kuasa dari saksi Johnson Tambunan.

Bahkan mejawab pertanyaan JPU Randi Tambunan, saksi Antoni mengatakan, terpaksa pinjam uang ke sana-sini agar bisa membayar Rp 3 miliar kepada terdakwa.

Perlu diketahui dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Syamsuri membeli tanah tersebut dari Johnson Tambunan sebesar Rp 1.250.000.000, dan baru dibayar Rp 625 juta.

Jual beli itu tidak berlanjut, sebab surat-suratnya tidak selesai. Bahkan tanah tersebut dijual lagi oleh saksi Antoni Tarigan dan Johnson Tambunan kepada Ricky Sutanto.

Terkait dengan itu, saksi Antoni pun diperkarakan dan dihukum. Saat itupula dilakukan upaya damai dengan terdakwa Syamsuri, yang diikuti konpensasi Rp 3 miliar.

Sesudahnya tanah dimaksud dijual kepada Lamidi, sehingga sakai Antoni merasa dirugikan sebesar Rp 3 miliar.

Nah perkaranya pun bergulir di PN Medan, dengan dakwaan penipuan-penggelapan.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *