Posma dan Acai Divonis 2,5 tahun penjara, terbukti korupsi Program Komunikasi dan Media Massa Siantar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Posma Sitorus SH (60), Pengguna Anggaran (PA), divonis satu tahun penjara, dan Acai Tagor Sijabat Ap.M.Si (44) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) divonis satu tahun 6 bulan penjara.

Majelis Hakim Tipikor PN Medan, Kamis (17/12/2020) menilai, keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pada Program Pengembangan Komunikasi dan Media Massa di Dinas Komunikasi dan Informasi P. Siantar, Sumatera Utara.

Majelis hakim tipikor diketuai Bambang Winarno dengan hakim anggota Husni Thamrin dan Denny yang bersidang secara virtual di ruang Cakra-3 juga menjatuhkan denda kepada kedua terdakwa, masing-masing Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Selain itu, kedua terdakwa diwajibkan mengganti kerugian negara. Menurut majelis hakim dalam amar putusannya, terdakwa Posma Sitorus telah mengganti kerugian negara sebesar Rp 200 juta.

Sedangkan terdakwa Acai hanya mengganti sebagian, sehingga diwajibkan mengganti kerugian negara Rp 190 juta subsider 2 bulan kurungan.

Disebutkan, 10 Oktober 2017 dianggarkan untuk Program Pengembangan Komunikasi dan Media Massa TA. 2017 dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 3.095.800.000,-

Program ini tiga kegiatan yakni, Pengadaan Server dan Command Center, Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Fiber Optik dan Pembangunan Infrastruktur Jaringan Internet Radio Link

Dalam melaksana program ini, terdakwa bekerjasama dengan PT. Sinar Kreasindo. Namun para terdakwa tidak membuat Kerangka Acuan Kerja, sehingga mengakibatkan waktu pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan.

Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 450.471.529,00

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa melanggar
pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1) Sub a dan b UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidan.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU Elina Simajuntak. Terdakwa Posma Sitotus dituntut satu tahun 6 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti telah dibayar.

Kemudian terdakwa Acai dituntut 2 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan, dan wajib mengganti kerugian negara sebesar Rp 190 juta subsider satu tahun kurungan.

Atas putusan majelis hakim, JPU dan Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Dahyar Harahap SH menyatakan, pikir-pikir.

 

 

 

 

Pewarta : (ZH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *