Diduga Anak Seorang Dewan di Pandeglang Sunat Bantuan UMKM

  • Whatsapp

MITRAPOL.com Pandeglang – Perihal pemberitaan terkait dugaan pemangkasan Dana anggaran program bantuan produktif usaha mikro (BPUM) oleh oknum kepengurusan (kordinator) yang telah di terbitkan media online sebelumnya masih di pertanyakan.

Hal itu di ketahui saat awak media melakukan Invstigasi dan konfirmasi dilapangan bahwasanya penyaluran bantuan dana UMKM sebesar Rp 2,4 juta perorang itu, ternyata diterima dengan tidak utuh.

Pasalnya, telah terjadi praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan dengan sengaja mencari kesempatan di tengah rakyat dilanda pandemi Covid-19.

Adapun nama-nama keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut adalah sebagai berikut:
1. turwati kp.bojen kulon Rp.1,4 juta
2. sri ningsih kp.bojen pasar Rp.1,4 juta
3. eva liani kp.bojen pasar Rp.1,4 juta
4. wiwi kp.bojen pasar Rp.1 juta
5. ami kp.bojen pasar Rp.1 juta dsb.

Dari Nama-nama tersebut diatas memang di benarkan oleh usup (Kordinator) bahwa mereka memang tidak menerima uang secara utuh alias di pangkas, itupun atas dasar perintah dari bapak luki putra dari bapak Haji Rain Faharudin seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Pandeglang.

Usup juga menambahkan, bahwa dirinya tidak boleh merasa takut dan khawtir ketika ada seorang lembaga ataupun media datang untuk konfirmasi karena semuanya telah di siapkan amplop khusus oleh sdr luki.”ungkapnya

Sementara itu luki saat di konfirmasi via WhatsApp nya mengatakan”, kalau bisa kita ketemu aja pak di serang kebetulan saya ada acara ke jakarta, sehubungan kita sama-sama punya kesibukan jadi gini aja pak kebetulan saya ada sedikit rejeki nih, mau ngasih rejeki dan misalkan nanti kita ketemu pasti ketemu, tinggal cari waktu yang luang aja pak.” ucapnya ke awak media (16/12/2020).

 

 

 

 

Pewarta : Heru/ Agus Triana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *