Humas YARA Langsa, Abu Alex: Polisi Segera Periksa Keuchik dan Perangkat Desa Alue Pineung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Langsa – Humas / Paralegal Yayasan Advokasi Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, M Ali Abusyah atau yang disapa Abu Alex, minta polisi segera periksa Geuchik Gampong Alue Pineung, Kecamatan Langsa Timur, Pemko Langsa Provinsi Aceh, persualan raib nya dana Desa Gampong setempat.

Seperti pernyataan Geuchik, Perangkat Desa, atau NR yang yang sudah ada tuduhan dari perangkat Desa, harus secepatnya diperiksa, apa lagi penyataan NR di Media diperintahkan untuk lari oleh Geuchik, ujar Abu Alex kepada media di Langsa Minggu pagi.

Dari pernyataan sejumlah perangkat Desa, dan pernyataan NR, polisi sudah cukup untuk memanggil karena sudah mengakui, adanya dugaan mereka melakukan korupsi, ujar Abu Alex.

Bukti awal atau pintu masuk untuk melakukan pemeriksa awal sudah sangat terang, siapa saja yang terlibat polisi sudah bisa langsung tahan karena ada pengakuan dari NR ada pihak pihak yang meminta NR untuk melarikan diri dan menghilangkan alat bunti, maka kita minta polisi gerak cepat, kalau lambat kita kuatir alat bukti bisa dihilangkan,” Ungkap Abu Alex.

Dari hasil pengakuan sejumlah perangkat Desa dan keuangan Desa NR sudah cukup terang uang nya siapa yang gunakan uang yang seharusnya di diterima masyarakat tidak mampu atau masyarakat miskin.

Lebih lanjut Abu Alex juga menyebutkan ada pernyataan Presiden RI, JOKOWI, siapa pun yang terlibat korupsi uang Covid atau uang bantuan untuk bantuan rakyat miskin, dapat diberikan hukuman mati,” ujarnya.

Kita juga salut kepada NR yang diminta dirinya untuk lari tapi dengan sikap pendirian nya tidak akan lari ini harus kita hormati, NR siap bertanggung jawab, dan kita minta NR segera siapkan dokumen serahkan ke polisi siapa pun yang terlibat kita minta polisi segera tahan.

NR kita minta silakan buka kasus ini terang benderang, siapa saja yang menggunakan uang harus dibuktikan secara hukum atau harus memiliki bukti kuat agar polisi bisa mengumpulkan alat bukti untuk dapat ditahan orang orang yang terlibat makan uang haram.

Kasus ini terbuka menurut hemat kita adanya yang tidak mendapatkan bagian sehingga kasus ini mencuat, kita yakin bukan saja NR yang terlibat seperti di tuding oleh sejumlah perangkat Gampong Alue Pineung kepada sejumlah media,” tutup Abu Alex.

NR bantah tudingan beberapa perangkat desa tentang dugaan peyelewengan Dana Desa Alur Pineung. Menurut NR, sebagai kaur keuangan Gampong Alue Pineung Timur, Kecamatan Langsa Timur, Pemko Langsa Provinsi Aceh, kepada sejumlah awak media di Langsa.

NR, mengaku dirinya sampai saat ini masih menjabat Kaur Keuangan di Gampong Alue Pineung, sebab sesuai SK Geuchik bahwa dirinya berakhir pada 31 Desember 2020,”ujar NR.

Tidak benar bahwa dirinya sudah diberhentikan dari jabatan tersebut atau mantan Kaur Keuangan, sebut NR, masih aktif sampai sekarang sebagai Kaur Keuangan.

Lebih lanjut dikatakan terkait gaji perangkat untuk bulan November dan Desember, 20, Geuchik telah melakukan penarikan Dana Desa dari APBK Tanggal 11 Desember 2020 sejumlah Rp.57.000.000 dibuktikan dengan print out rekening koran,” beber NR.

Seharusnya Gaji perangkat Desa sudah dibayarkan kepada seluruh perlengkapan tersebut, tidak musti di tahan,” ujar nya.

Sedangkan, untuk dana BLT DD sudah disetorkan ke rekening Desa Rp.67.500.000. Jika belum disalurkan ke masyarakat itu menjadi tanggung jawab pihak Desa, dan kenapa pihak desa sampai saat ini belum melakukan penyaluran dana tersebut,“ ungkap NR.

Sementara itu tagihan WiFi tidak benar selama 1 tahun ditangan NR, padahal 4 bulan untuk tagihan WiFi di tangan Geuchik Gampong Alue Pineung.
Masalah tidak di bayarkan menjadi tanggung jawab Geuchik yang bersangkutan, beber NR.

Persualan uang pajak sejumlah Rp19 juta tidak ada ditangan kaur keuangan, karena disaat Covid-19, saya mau menyetorkan pajak ke KPPN untuk membuka e-billing pembayaran pajak 2019, namun kantor tutup, dan Geuchik meminta uang tersebut untuk di pinjam sementara yang katanya nanti kita bayar,” jelas NR.

Selanjutnya, untuk operasional tuha Peut tidak ada ditangan dirinya, itu urusan orang lain, jadi tidak benar kalau uang operasional tuha Peut saya ambil, bantah NR.

Mengenai BLT Kemensos, penujukan nama dirinya dari pusat bukan ditentukan dari pihak Gampong, yang anehnya BLT DD yang ditentukan desa, akan tetapi menantu Geuchik mendapatkannya, padahal banyak warga miskin yang sangat membutuhkan tapi tidak dapat, seharusnya para fakir yang harus dibagi uang itu, sedangkan untuk keberangkatan ke Padang pada Jumat (13/11/2020) malam,

Kalau menggunakan honor RPJMG semua tidak mungkin, sebab diantara yang berangkat tidak semuanya sebagai penerima honor RPJMG, pada tanggal 13 November 2020 pagi, sebelum berangkat, dirinya bersama Geuchik melakukan penarikan uang, dan uang tersebut dibawa pulang oleh Geuchik, beber NR lagi.

Terkait surat pernyataan yang ditanda tangani NR, NR menjelaskan, bahwa Geuchik telah menalangi seluruh gaji perangkat disaksikan oleh Camat, perwakilan DPMG serta pihak Bank Aceh dengan jumlah 119.500.000 sesuai pernyataan tersebut.

Menjadi pertanyaan NR, mengapa disaat masalah ini mencuat, Geuchik menyuruh dirinya untuk melarikan diri dengan alasan agar tidak di amuk oleh warga, ini yang sangat heran dirinya.

Padahal NR dirinya punya itikad baik menyelesaikan masalah ini, dan ini merupakan Gampong halaman tempat lahirnya, Geuchik Alur Pineung harusnya mengambil tindakan terhadap Kaur Pemerintahan yang selama ini tidak pernah masuk kantor,” kata NR.

Bukan malah dirinya sebagai Kaur Keuangan yang mengabdikan diri untuk Desa dituding menyelewengkan anggaran. Saya tetap bertanggung jawab dalam kasus ini,”tutup NR

 

 

 

 

Pewarta : T, Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *