KOMPAK desak Kejati Sumut usut BIMTEK Sergai

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Konsorsium Masyarakat Pedesaan Anti Korupsi (KOMPAK) Kab. Serdang Bedagai (Sergai) desak Kejati Sumut untuk mengusut kegiatan BIMTEK yang menggunakan Dana Desa (DD).

Dalam aksi unjukrasa (demo) di depan Kantor Kejati Sumut, Rabu (16/12/2020), massa KOMPAK mensinyalir, beberapa kegiatan yang bersumber dari DD Sergai, terindikasi korupsi.

Rozi Albanjari, Koordinator Aksi mengatakan, pemekaran Sergei tahun 2004, namun semakin tahun semakin marak kasus korupsinya.

Kabupaten Sergai, papar Rozi, terdiri dari 17 kecamatan, 237 desa dan 6 kelurahan. Sejak tahun 2015 dapat kucuran Dana Desa (DD) yang bersuber dari APBN.

Sesuai Undang Undang Nomor 6 tahun 2014, DD diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat desa.

“Namun semakin tahun, penyimpangan DD semakin meningkat dan terindikasi korupsi,” teriak Rozi dengan menggunakan pengeras suara.

Teriakan Rozi di depan petugas Kejati Sumut semakin keras dengan menyebutkan, ada konspirasi mencuri uang negara secara berjemaah.

Indikasi korupsi, sebutnya, dilakukan pemerintahan desa bekerjasama dengan pihak Dinas PMD dan Inspektorat, antara lain kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) serta Pelatihan Aparatur Desa.

Kegiatan yang bersumber dari Dana Desa yang diaggarkan tiap tahunnya, dengan biaya yang cukup fantastis.

“Kami menduga ada konspirasi yang tersuktur, strategis untuk mencuri keuangan negara,” ujar Rozi.

Lebih lanjut KOMPAK menyebutkan, diduga kegiatan pelatihan ataupun BIMTEK hanya akal akalan, untuk dapat mencuri uang negara secara berjemaah.

Disebutkan, ada 12 kegiatan Bimtek, yakni Sosialisasi Bimbingan Teknis dan Penyuluhan pencegahan narkoba yang dilaksanakan di Hotel Niagara Parapat bulan Agustus lalu.

Kegiatan Sosialisasi Hukum dan Perundang undangan yang dilaksanakan Komisi (A) DPRD Serdang Bedagai bulan September. Study Banding Paralegal Kepala Desa ke daerah Bandung Jawa Barat, Oktober.

Selain itu, Bimbingan Teknis (BIMTEK) 4 orang Perangkat Desa di Medan Bulan Oktober dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) 5 Orang Perangkat Desa di Medan, November lalu

Disebutkan lagi, berdasarkan fakta diatas kurang lebih dalam kurun waktu 5 bulan telah terjadi 12 kegiatan sosialisasi maupun bimbingan teknis (Bimtek) yang telah menghabiskan puluhan juta rupiah dari setiap desa.

Kacaunya, kuat dugaan 9 kegiatan Bimtek di Medan, dilaksanakan di lokasi yang sama dan untuk kegiatan study banding paralegal di Bandung, diduga kepanitiaan diakomodir oleh lembaga yang tidak memiliki legalitas.

“Kami atas nama KOMPAK meminta Kejati Sumut untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi DD di Sergai sejak 2015 sampai dengan 2020 yang syarat KKN, ” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *