Lies F Nurdin Kunjungi Tiga Titik Banjir Terparah di Kota Makassar Prioritaskan Kebutuhan Bayi dan Lansia

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, MAKASSAR PEMPROV SULSEL—Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Lies F Nurdin mengunjungi dan membagikan bantuan bagi ratusan korban musibah banjir di tiga titik terparah di kota Makassar, yakni Kelurahan Manggala Antang dan Kelurahan Pacerakkang, Daya.

Di tiga titik banjir, Lies membaur bersama para pengungsi, berbincang mengenai kebutuhan dan kondisi selama di pengungsian serta bermain bersama ana-anak. Ia juga sempat menggendong bayi Savana berusia 11 hari yang ikut ibu, nenek dan kedua saudarinya ke tempat pengungsian akibat rumah mereka terendam banjir.

Di titik pertama yang berlokasi di Masjid Jabal Nur yang terletak di RW 01, RT 02 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala yang menampung 37 Kepala Keluarga yang terdiri 200 lebih jiwa. Di sini, Lies didampingi Plt Kadis Sosial Sulsel, Gemala Faoza dan Kepala BNPB Sulsel, Ni’mal Lahamang membagikan bantuan berupa perlengkapan bayi dan anak yang terdiri dari popok, selimut, sarung, tikar, makanan, susu, minyak telon dan kebutuhan mendasar lainnya.

Masih di Kelurahan Manggala, Lies mengunjungi titik kedua berlokasi di Masjid Al Muttakin, RW 04 RT 08 dengan jumlah 68 KK dengan 254 jiwa.

“Bantuan yang kami serahkan berupa selimut, sarung, popok, minyak telon, tikar, baju, makanan, pokoknya yang paling medesak lah dulu, karena ada banyak anak kecl juga di sini,”terang Lies F Nurdin.

Lies juga menanggapi mengenai kebutuhan psikis anak yang terdampak musibah dengan berencana menyalurkan bantuan berupa buku dan mainan edukatif untuk mengisi aktivitas anak-anak di lokasi pengungsian.

Di lokasi banjir, Lies juga meminta agar aparatur setempat memberi masukan kepada pemerintah mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindarkan warga dari musibah banjir yang terus berulang ini.

“Masukan tadi kepada Pak Camat tolong, hanya dua titik yang selalu banir, yakni Daya dan Antang, kalau bisa kasi masukkan kepada Gubernur, karena kasihan yang setiap tahun menghadapi musibah ini secara berulang,”sebutnya.

Bantuan yang sama juga diserahkan di posko pengungsian Kelurahan Pacerakkang, Daya yang terdiri dari 27 Kepala Keluarga dan lebih dari 200 jiwa masyarakat.

Sementara itu, Ketua RT 08 Kelurahan Manggala Antang, Johamzah menjelaskan, solusi mengatasi banjir yang perlu dipikirkan saat ini adalah upaya menghubungkan waduk Nipa-Nipa Antang dengan saluran air yang menggenang di berbagai titik.

“Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah waduk Nipa-Nipa bisa dikonekkan dengan saluran air,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Ali Ghugunk/Adpim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *