Barisan Santri Nusantara laporkan Sekertaris Umum FPI ke Polda Metro Jaya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Pernyataan Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait kronologis penembakan 6 laskar FPI oleh petugas Polda Metro Jaya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Munarman dilaporkan oleh sejumlah santri dan ulama yang tergabung dalam Barisan Santri Nusantara ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).

Menurut Juru Bicara Barisan Santri Nusantara Muhammad Rofii Muklis, Munarman dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian dan rasa permusuhan atas pernyataanya itu sesuai Pasal 28 junto Pasal 45 A UU ITE, atau Pasal 14, 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Laporan yang tertuang dalam Nomor Lp/7557/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Tanggal : 21 Desember 2020 dengan nama pelapor atas nama H. Zaenal Arifin.

“Pernyataan Munarman yang berulang-ulang di hadapan publik dapat menimbulkan perpecahan dan rasa permusuhan serta kebencian kepada aparat penegah hukum dalam hal ini adalah Institusi Polri” kata Rofii Muklis usai membuat laporan di depan gedung SPKT Mapolda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).

H. Zainal Arifin yang telah melaporkan Munarman menambahkan, dirinya melaporkan Munarman atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian yang dimaksud, karena Munarman kerap menyebut enam laskar khusus FPI yang tewas tak membawa senjata saat bentrok dengan polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“Keterangan Munarman yang mengatakan bahwa yang meninggal tidak membawa senjata, yang meninggal tidak melawan aparat maka itu harus dibuktikan dengan hukum,” kata Zainal

Zainal menjelaskan, seorang warga sipil seharusnya tidak boleh menjustifikasi suatu kasus sebelum ada keputusan hukum. Terlebih, yang dikatakannya itu tidak disertai dengan barang bukti

 

 

BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *