Berdamai dengan terdakwa, Lamidi bayar Kompensasi Rp 2,7 miliar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Saksi Ir. Lamidi Laidin mengaku membayar konpensasi sebesar Rp 2,7 miliar kepada terdakwa Syamsuri, terkait dengan pembelian tanah di Jalan HOS Cokroaminoto Medan.

Keterangan saksi Lamidi itu disampaikan dalam persidangan perkara penipuan penggelapan di ruang Cakra-3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/12/2020),

Menjawab JPU Randi Tambunan, Lamidi mengatakan, tanah yang diperjualbelikan seluas 570 M2 di Jln. HOS Cokroaminoto No. 8 Kel. Pandau Hulu I Kec. Medan Kota, Medan.

Semula, tanpa sengaja kata Lamidi, dia bertemu dengan terdakwa Syamsuri yang sama-sama mengakui sebagai pemilik lahan tersebut.

Keduanya pun memperlihat bukti pembelian atas objek sengketa. Terungkap, keduanya sama-sama membeli tanah yang sama dari orang yang sama, yakni Johnson Tambunan.

Menurut Lamidi, dia melakukan pembelian sekaligus pembayan kepada Johnson Tambunan dan istrinya di notaris, disaksikan oleh Antoni Tarigan.

Kemudian, saksi Lamidi dan terdakwa melakukan perdamaian, yakni Lamidi membayar konpensasi kepada terdakwa sebesar Rp 2,7 miliar

Dalam persidangan itu, Lamidi memastikan jika pembayaran konpensasi adalah uangnya pribadi, bukan uang orang lain ataupun uang Antoni Tarigan.

Keterangan Lamidi bertentangan dengan keterangan saksi korban Antoni Tarigan dalam persidangan pekan lalu yang mengatakan telah membayar konpensasi Rp 3 miliar kepada terdakwa.

Selaku saksi, sedikit aneh keterangan Antoni yang bersedia membayar Rp 3 miliar, dengan alasan tak ingin terbawa-bawa dalam sengketa itu.

Menurut saksi Lamidi, meski telah membayar konpensasi, pihaknya tak juga mendapat sertifikat kepemilikan atas tanah tersebut, sebab sertifikatnya masih dipegang oleh saksi Antoni Tarigan.

Menjawab pertanyaan Penasihat Hukum terdakwa, Marihut Simbolon SH, saksi Lamidi mengakui jika dia melaporkan Antoni Tarigan ke Polda Sumut, terkait jual beli tanah tersebut.

Meski demikian, dalam persidangan dipimpin hakim ketua Tengku Oyong itu, Lamidi mengakui jika dirinya juga dilaporkan oleh Antoni Tarigan, terkait perkara yang sama

Perlu diketahui dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Syamsuri membeli tanah tersebut dari Johnson Tambunan sebesar Rp 1.250.000.000, dan baru dibayar Rp 625 juta.

Jual beli itu tidak berlanjut, sebab surat-suratnya tidak selesai. Bahkan tanah tersebut dijual lagi oleh saksi Antoni Tarigan dan Johnson Tambunan kepada Ricky Sutanto.

Terkait dengan itu, saksi Antoni pun diperkarakan dan dihukum. Saat itupula dilakukan upaya damai dengan terdakwa Syamsuri, dan Antoni mengaku membayar konpensasi Rp 3 miliar.

Sesudahnya tanah dimaksud dijual kepada Lamidi, sehingga saksi Antoni merasa dirugikan sebesar Rp 3 miliar.

Nah perkaranya pun bergulir di PN Medan, dengan dakwaan penipuan-penggelapan.

 

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *