Kejari Medan 2020, dari pidana mati sampai selamatkan uang negara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sebanyak 7 terdakwa tindak pidana narkotika telah dituntut mati dan sebesar Rp 1.336.273.396, uang negara terkait tindak pidana korupsi telah distor ke kas negara.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan T. Rahmatsyah didampingi Kasi Intelijen Bondan Subrata, Rabu (23/12/2020) dalam pers relis kinerja Kejari Medan tahun 2020.

Disebutkan, tujuh terdakwa yang telah dituntut mati, melanggar pasal 114 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 antara lain,
Faisal Hasibuan, M. Yani, Syamsul Bahri alias Syamsul, Ponisan, Abadi Samad, Marzuki Ahmad als.Tengku Zulkifli.

Kemudian, bidang tindak pidana khusus (korupsi) melalui Uang Pengganti (UP) yang telah disetor ke kas negara Rp 1.336.273.396 dan denda sebanyak Rp 150 juta.

Sedangkan tindak pidana umum selama tahun 2020 telah menerima 3.209 SPDP dan sebanyak 2.841 telah menjadi berkas perkara.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah denda dan biaya perkara tilang yang telah disetor ke kas negara Rp 2.193.909.000.

Sedangkan menyangkut barang bukti, dan hasil lelang barang rampasan Rp 1.264.100.000

Diungkapkan, pemusnahan barang bukti dilaksanakan tanggal 28 Juli 2020, sebanyak 1.008 perkara antara lain, terkait T.P.U.L 782 perkara, OHARDA 125 Perkara dan Kamnegtibum 93 perkara.

Kegiatan kedua tanggal 1 Desember 2020 terhadap perkara yang inckracht periode November 2020 total 816 perkara, dengan rincian, T.P.U.L 613 perkara, OHARDA 121 Perkara dan Kamnegtibum 82 Perkara

Menurut Kajari Medan, bidang perdata dan tata usaha negara, jumlah penyelematan/pemulihan keuangan negara selama tahun 2020 senilai Rp 103.717.963.395.

Dengan perincian sebagai berikut: Penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan senilai Rp 55.649.677.800.

Tunggakan pajak (piutang pajak) Pemerintah Kota Medan, Pajak hotel Rp 5.946.828.556, Pajak restoran Rp 452.725.459.

Kemudian, Aset Pemerintah Kota Medan dikuasai pihak lain Rp 41.109.164.251, Ketidakpatuhan perusahaan menunggak iuran BPJS (Ketenagakerjaan) Rp 559.567.329.

Menurut T.Rahmatsyah, Kejari Medan melaksanakan penegakan hukum dengan menyeimbangkan pencegahan (preventif) dan represif dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *