Tidak terbukti miliki Senjata Api Ilegal, Joni divonis bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tidak terbukti memiliki senjata api ilegal, Joni (48), dijatuhi vonis bebas dari unsur dakwaan dan diminta untuk mengembalikan kedudukan, harkat dan martabatnya.

Putusan bebas itu disampaikan majelis hakim diketuai Jarihar Simarmata dalam persidangan di ruang Cakra-3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/12/2020).

Menurut majelis hakim, Joni, warga Komplek Brayan City Medan, tidak terbukti melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, yakni memiliki senjata api ilegal.

“Terdakwa tidak terbukti sebagaimana yang didakwakan JPU, memiliki senjata api ilegal, dan membebaskan terdakwa dari unsur dakwaan,” jelas hakim ketua Jarihat Simarmata.

Dalam amar putusan disebutkan pula, agar dipulihkan hak terdakwa dalam kedudukan, harkat, dan martabatnya.

Menutut majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya, Airsoft Gun yang dimiliki terdakwa bukanlah senjata api, oleh karenanya pasal yang didakwakan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Selain itu, majelis hakim juga meminta JPU agar memulihkan atau merehabilitasi nama baik terdakwa di media cetak maupun online lokal dan nasional seperti sedia kala.

Diketahui sebelumnya, JPU Anwar Ketaren menuntut terdakwa Joni dengan pidana 2 tahun penjara, karena melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

JPU Anwar Ketaren ketika dikonfirmasi terkait putusan bebas tersebut menyatakan, akan melakukan upaya hukum, “Kita ajukan kasasi,” ujar JPU kepada awak media, usai sidang.

Sementara Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Hasbullah dan Syahrul Ramadhan Sihotang mengatakan, semua pembuktian telah dijawab oleh majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya.

“Sesuai harapan kita, semua jawaban pembuktian dari kita, diterima oleh majelis hakim, BAP dari kepolisian, dakwaan JPU dan tuntutan, semua terjawab oleh pertimbangan majelis hakim,” kata Hasbullah.

Atas putusan ini, kata Hasbullah, pihaknya sangat mengapresiasi majelis hakim, karena telah membebaskan terdakwa yang memang tidak bersalah.

Syahrul Ramadhan Sihotang menambahkan, semoga kedepannya tidak ada lagi korban-korban seperti kliennya.

“Dari awal klien kami punya izin Airsoft Gun. Perkara ini dipaksakan dengan pasal tunggal, dengan alasan-alasan tidak jelas. Jadi dalam pertimbangan hakim disebutkan, klien kami tidak bersalah,” kata Syahrul.

Ditambahkan Hasbullah, ada dugaan praktek ilegal dalam mengkondisikan perkara, tidak tertutup kemungkinan akan diajukan laporan kepada pengawas di kepolisian dan di kejaksaan.

“Kami menilai ada dugaan rekayasa dalam kasus ini. Dan saya katakan, hakim jeli dalam kasus ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *