Orang Tua Murid SDN Sumur Laban 2 Keluhkan Dana PIP Hanya Dapat 300 Ribu Rupiah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Beberapa Orang tua murid mempertanyakan penyaluran program BSM/PIP Di SD Negeri Sumur Laban 2 pasalnya Orang tua murid merasa ada yang aneh terkait program PIP (Program Indonesia Pintar) tersebut seperti yang diungkapkan salah seorang Orang tua siswa.

Orang tua siswa yang berinisal SH, Saat dimintai keterangan mengatakan Bahwa anak saya mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar baru satu kali itupun yang diterima oleh anak saya jumlah uang sebesar Rp 300 ribu rupiah dari Ibu Ade selaku Kepala sekolah SDN Sumur Laban 2, dan saya merasa aneh dan heran kalau di lihat dari buku tabungannya ada dua kali pencairan dengan jumlah Rp 450000 rupiah dua kali berarti yang harus diterima oleh anak saya Rp. 900.000 rupiah, dan tidak hanya itu buku tabungan tersebut dari semenjak mendapatkan bantuan tersebut baru saya pegang kemarin, dari anak saya kelas 2 sampai sekarang ke kelas 3,”pungkasnya sambil dengan nada kesal Sabtu 19/12/2020

Ade Surtini Selaku kepala Sekolah Saat Dimintai Keterangan Mengatakan Bahwa dari tahun 2019 Program Indonesia Pintar Ada Yang belum cair ini Juga Mau saya urus Untuk pencairan, dan terkait dengan buku tabungan tersebut di pegang oleh pihak sekolah karena setiap pencairan banyak data yang harus di isi dan Kalau setiap pencairan itu saya cairkan ke bank, kalau Siswa cuma mendapatkan Rp. 300 ribu rupiah karena buat biaya materai dan yang lainnya,” ucap Ade

Jaka Somantri Salah Seorang Anggota Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Provinsi Banten angkat bicara kita harus ingat, dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 12 tahun 2015 tentang program indonesia pintar dan peraturan bersama nomor 1880 dan seterusnya, serta peraturan nomor 795 tentang petunjuk teknis PIP tahun 2015 kususnya pada BAB V tentang pengawasan dan sanksi. pada huruf b secara tegas di katakan, sanksi penyalahgunaan wewenang, manipulasi data pengolektipan buku tabungan tersebut, dan tindakan lain yang dapat merugikan negara atau sekolah dalam hal ini siswa dalam kaitannya dengan program PIP akan di kenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undang yang berlaku NKRI.” Imbuhnya ke awak media, Rabu 19/12/2020

 

 

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *