Karyawan semakin terpuruk, PTPN II tidak laksanakan PKB

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – PTPN II Tanjung Morawa diduga telah lakukan pembohongan publik, karena tidak melaksanakan PKB (Perjanjian Kerja Bersama), sehingga para pekerja semakin terpuruk di tengan pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan MA Fadly Harahap, mantan Ketua SPBUN Kandir PTPN II kepada Mitrapol di Medan, Jumat (25/12/2020), setelah menelusuri tindakan PTPN II yang mengabaikan PKB.

Dikatakannya, sampai sejauh ini para pekerja tidak mengalami kenaikan upah, padahal kebutuhan hidup semakin tinggi di tengah wabah Covid-19.

Perlu diketahui, Holding PTPN sudah berjalan, tapi upah di PTPN II tidak sama dengan PTPN III, I, bahkan hak-hak sosial para pekerja banyak yang tidak diberikan PTPN II.

“Seharusnya upah pekerja di PTPN II sama dengan PTPN III dan IV. Kenyataannya pekerja PTPN II masih mendapat upah dibawah PTPN lainnya,” ungkap Fadly.

Ditambahkan, Presiden Joko Widodo pernah berpidato Tri Layak Buruh/Pekerja, yakni Layak Pekerjaan, Layak Upah dan Layak Hidup, namun PTPN II tidak melaksanakan Tri Layak itu.

“Nah, jika kesejahteraan karyawan tidak diperhatikan bagaimana kinerja karyawan akan maksimal, apalagi pemberian uang cuti sering tidak tepat waktu,” tambah Fadly.

Disebutkan lagi, dengan kondisi seperti itu berdapak kepada produksi. Setidaknya produksi PTPN II tetap setandar, malah semakin menurun.

Kacaunya, papar Fadly, manager kebun masih ada yang menyalaguna kan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan malah cenderung korup.

“Sering pula tunjangan sewa rumah tidak diberikan, padahal telah diatur di dalam PKB. Parahnya lagi, karyawan pensiun makin bertambah hampir 23.000 orang dan penyelesaian SHT tidak maksimal,” terang Fadly.

Lebih lanjut Fadly mengatakan, penjualan Asset PTPN II tidak transparan, sehingga tidak diketahui hasil dari penjualan aset.

Parahnya lagi, penerimaan karyawan /pimpinan dilaksanakan Holding dan tidak lagi dilaksanakan oleh PTPN II sementara PTPN II yang membutuhkan SDM yang handal.

“Penerimaan pekeja tidak lagi dilaksanakan oleh PTPN II, sehingga sulit mendapatkan SDM yang handal yang dapat meningkatkan produksi PTPN II,” pungkasnya.

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *