Pilkada Serentak di Maluku Barat Daya Diduga Banyak Kecurangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Konferensi pers terkait adanya dugaan kecurangan di blok Marsela kabupaten Maluku digelar di Jakarta hotel Golden Selasa (22/12/2020)

Nicolas Johan kilikily calon Bupati Maluku Barat Daya nomor urut 1,melalui pengacaranya Razman Arif Nasution menolak kemenangan pilkada kemarin dan akan mendaftarkan gugatan terkait dugaan kecurangan terstruktur systematik dan masif (TSM) dalam pilkada serentak di maluku Barat Daya.

“Kami menolak hasil pilkada kabupaten Maluku Barat Daya,di duga klien kami di kalahkan dengan cara money politik dan oleh oknum aparatur sipil negara,kami menduga ada pejabat dari kekuatan partai politik mengintervensi ,” tegas Razman

Razman menyakini kekalahan kliennya tak lepas dari kecurangan yang di duga di lakukan oleh Sekda dan pejabat dinas perindustrian,dinas perdagangan,dinas perhubungan,camat,dan kepala desa,untuk memenangkan petahana Benyamin Thomas Noach dan Agustinus Lekwardai kilikily pasangan nomer urut 2.

Nicolas menambahkan “Diduga 80 – 90 persen ASN terlibat langsung untuk memenangkan petahana dan mainnya terang-terangan, kami punya buktinya.
Bahkan ketua KPU MBD ikut membagikan uang kepada pendukungnya agar memilih pasangan No 2.

Di tetapkan hasil rekapitulasi yang di pimpin oleh ketua KPU MBD Yakop Alupatti Demni yang di lakukan dalam rapat pleno yang di lakukan terbuka,rekapitulasi penghitungan suara di gedung serbaguna di tiakur MBD (17/12/2020).

Maka di tetapkan hasil suara yang di peroleh pasangan Nicolas Jhohan Kilikily – Demianus Orno (nomer urut 1) meraup 13.244 suara,pasangan Benyamin Thomas Noach – Agustinus Lekwardai Kilikily (nomer urut 2) unggul 28.210 suara,dan pasangan Jhon. N. Leunupun – Dolfino Markus (nomer urut 3) meraih 5.156 suara, penghitungan suara dalam suasana tertib dan aman.

 

 

 

Pewarta : Desy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *