Sungai dan Pantai Rusak depan Hotel Asri Carita, diakibatkan Kegiatan Reklamasi Pantai yang diduga tidak Mengantongi izin

  • Whatsapp
reklamasi pantai carita diduga tak berizin

MITRAPOL.com, Pandeglang – Pembangunan reklamasi ataupun pengurukan diwilayah pantai Carita yaitu tepatnya depan hotel atau penginapan Asri desa Sukarame, kecamatan Carita, Pandeglang Banten ini diduga kuat belum mengantongi ijin.

Hal ini diperkuat dari hasil investigasi Mitrapol.com dilapangan bahwa pembangunan rekalamasi di depan hotel asri ini menjadi kemelut diantara masyarakat yang pro dan kontra didesa Sukarame khususnya untuk Kp. Cibenda.

Menindaklanjuti pencarian informasi dari salah satu warga, yang biasa disapa Firman ini membenarkan, bahwa sebelumnya itu sudah sering dipertanyakan dan dipermasalahkan untuk perijinan pembangunan rekalamsi yang dilakukan oleh pihak asri.

“Sebelumnya sudah pernah ada cekcok antara masyarakat untuk menyoalkan perijinan, dan janji dari asri untuk pembangunan jalan untuk masyarakat dan sampai saat ini hanya iming-iming saja.”terang Firman.

“Kenyataannya tak begitu, mereka malah melakukan reklamasi di pesisir pantai Carita. Jelas hal itu merusak karang dan biodata laut. Kami juga menduga tak berizin,” ungkap warga

Saya yakin itu belum mengantongi perijinan pak, setahu saya ada juga surat rekomendasi yang ditandatangani oleh pak camat yaitu untuk pembersihan puing-puing bekas tsunami.”tambahnya.

Mitrapol.com memcoba menggali informasi dari Kepala Desa Sukarame, Jainal membenarkan tidak pernah memberikan ijin untuk pembangunan rekalamasi seperti itu karena bisa merusak kelestarian wisata.” Ujar Jainal

Hal senada dikatakan Marda, selaku Camat Carita pernah menandatangani untuk pembersihan puing-puing bekas Tsunami.” Kata Camat

Semua memiliki rana masing-masing, untuk perinjinan ataupun segala macamnya dari dinas kelautan.”terang marda, Jumat 25/12/20.

Ujang salah satu karyawan asri membenarkan bahwa pembangunan reklamasi tersebut menyalahi aturan karena sudah merusak pinggiran sungai.

Ia sih pak, biarpun ada ijinnya itu sudah termasuk merusak sungai dan pantai, tapi untuk urusan perijinan bukan saya pak itu urusan kantor langsung.”tambah ujang.

Menggali informasi melalui pesan whatsapnya, Budi yang nomor whatshapnya diberikan oleh saudara ujang saat dikonfirmasi oleh Mitrapol.com direceptionis perhotelan asri memberikan hak jawab yang sama.

“Siang pak, kalau masalah itu saya tidak tau pak karena semua pengurusan izin dari kantor.

 

 

 

 

 

 

Pewarta : R.S/Heru

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *