Ditjen Perhubungan Udara lakukan Uji Coba ke 2 penerbangan di Bandara Ngloram Cepu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Blora – Percobaan penerbangan ke 2 yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara menggunakan pesawat kalibrasi King Air B2000GT, berjalan mulus. Tidak ada kendala selama proses uji coba.

“Kalau saya mencoba dengan pesawat kalibrasi kita, King Air B200GT sangat bagus. Kualitas Ranway, Kapabilitas, Navigasi tidak ada masalah. Runway juga bagus,” jelas Direktur Jendral Perhubungan Udara, Novie Rianto R saat tiba di Bandara Ngloram, Jumat (25/12/2020).

Kedepan, menurut dia, Bandara Ngloram bisa digunakan untuk menerbangan ATR 72. Ini akan jadi komuter untuk menghubungkan Blora-Cepu dengan kota-kota lain. Misalnya Surabaya, Semarang, Balikpapan dan lainnya. Sehingga akan bisa melayani masyarakat.

“Kalau kita bisa melayani masyarakat, akan bisa membantu masyarakat dan bisa mendorong ekonomi. Secepat mungkin akan segera di realisasikan.

Novie meminta untuk carter bisa segera dilaksanakan. Melihat rambu penerangan landasan pacu sudah tidak ada masalah. Untuk maskapai, juga sudah ada beberapa yang bakal melakukan Approving.

“Nam Air sudah mengajukan surat kepada kami,” jelasnya.

Ditambahkan, program pembangunan Bandara Ngloram akan diseselesaikan 2021. Tahun ini, ada beberapa pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan. Mulai pembangunan Gedung Terminal Tahap 1, Perpanjangan Runway, pekerjana Apron, pekerjaan pagar bandara, Pengadaan dan pemasangan AFL termasuk biaya pengiriman.

“Kami harapkan pelaksanan sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Menurutnya, Mentri Perhubungan juga terus mendorong percepatan pembangunan dan konektifitasnya. Sebab Blora sangat potensial.

“Design terminal lapangan terbang Ngloram ini juga menjadi perhatian. Karena dibuat unik. Sisi estetikanya sangat bagus. Kecil tapi cekli dan memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan,” tegasnya.

Bandara Ngloram ini adalah aset bersama, pemerintah dan masyarakat. Karena itu Novie mengajak untuk memanfaatkan sebaik mungkin aset tersebut.

“Di sini ada bandara, jangan digunakan untuk layangan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi mengaku, pemerintah Kabupaten Blora terus mendukung pengoperasian Bandara Ngloram. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan stekholder untuk mensukseskan program nasional tersebut.

“Pemkab mempunyai komitmen yang sama untuk mensukseskan program ini,” jelasnya.

 

 

Pewarta : Menco

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *