Perkara penipuan penggelapan Rp 3 miliar, Lamidi dihadirkan selaku saksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara penipuan penggelapan atas Nama terdakwa Syamsuri kembali digelar di PN Medan, Rabu (23/12/2020) dengan agenda mendengar keterangan saksi Lamidi Laidin.

Dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra-3 itu, saksi Lamidi mengakui telah membeli tanah tersebut dari Johnson Tambunan, pembayarannya dilakukan di kantor notaris.

Menjawab JPU Randi Tambunan, Lamidi mengatakan, tanah yang diperjualbelikan seluas 570 M2 di Jln. HOS Cokroaminoto No. 8 Kel. Pandau Hulu I Kec. Medan Kota, Medan.

Semula, tanpa sengaja, kata Lamidi, dia bertemu dengan terdakwa Syamsuri yang sama-sama mengakui sebagai pemilik lahan tersebut.

Keduanya pun memperlihat bukti pembelian. Terungkap, keduanya sama-sama membeli tanah yang sama dari orang yang sama, yakni Johnson Tambunan.

Terkait dengan itu, Lamidi melakukan pengembalian uang dan kompensasi kepada Syamsuri sebesar Rp 3 miliar, dan diakuinya uang itu bersumber dari saksi Antoni Tarigan.

Menurut Lamidi, uang tersebut sebagai kompensasi pembatalan perjanjian jual beli tanggal 23 Desember 2013 beserta Addendum Perjanjian Jual Beli (APJB) tanggal 28 Maret 2016.

Dikatakan lagi, penyerahan uang secara bertahap dari Antoni Tarigan kepada Terdakwa Syamsuri tanggal 5 Desember 2016 di Bank Mestika, Jalan Sumatera, Medan dan dibuat tanda terima, ungkap Lamidi

Menjawab pertanyaan Penasihat Hukum terdakwa, Marihut Simbolon SH, saksi Lamidi mengakui jika dia melaporkan Antoni Tarigan ke Polda Sumut, terkait jual beli tanah tersebut.

Meski demikian, dalam persidangan dipimpin hakim ketua Tengku Oyong itu, Lamidi mengakui jika dirinya juga dilaporkan oleh Antoni Tarigan , terkait perkara yang sama

Perlu diketahui dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Syamsuri membeli tanah tersebut dari Johnson Tambunan sebesar Rp 1.250.000.000, dan baru dibayar Rp 625 juta.

Jual beli itu tidak berlanjut, sebab surat-suratnya tidak selesai. Bahkan tanah tersebut dijual lagi oleh Johnson Tambunan kepada pihak lain.

Terkait dengan itu, saksi Antoni pun diperkarakan dan dihukum. Saat itupula dilakukan upaya damai dengan terdakwa Syamsuri.

Ujungnya, saksi Antoni melakukan pengembalian dan konpensasi Rp 3 miliar untuk membatalkan perjanjian jualbeli tanah tersebut.

Namun masalah tidak selesai, sehingga perkaranya bergulir di PN Medan, dengan dakwaan penipuan-penggelapan .

 

 

 

 

 

Pewarta : (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *