Terkesan Loyo, Kapolda Sulut Biarkan Bos Tambang Ilegal Berkeliaran Bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong Sulut – Citra penegakan hukum kembali tercoreng dengan mencuatnya bebasnya dua orang tersangka Gusri Lewan Cs tersangka dugaan kasus tambang ilegal yang ditangani Kejari Kotamobagu.

Kedua tersangka yakni Gusri Lewan (GL) dan Stenly Waisang (LS) status tahanan kota,sedang proses hukum penanganan kasus perusak lingkungan dalam hal Pengolahan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kejaksaan Negeri Kota Kotamobagu dan status tahanan kota mendapat keistimewaan.

Keduanya GL dan SW itu lolos berkeliaran tanpa tujuan jelas begitu (P21) ditangan penahanan kejaksaan dalam status tahanan rumah ternyata masih bebas berkeliaran.

“kedua tersangka diduga terlibat sebagai pelaku perusak lingkungan dalam kasus pengolahan Emas tanpa ijin (PETI) diwilayah polres Kotamobagu, seakan dibebaskan berkeliaran setelah menjadi tahanan kota kejaksaan setempat.

Dikatakannya, Kedua tersangka pasca pelimpahan penyidikan Polres Kotamobagu (P-21) Gusri Lewan dan Stenly Wuisang ini diendus tidak berada dalam tahanan kota, akan tetapi kedua tersangka bebas berkeliaran.

Kasus berat menderanya diduga pelaku PETI dilokasi pegunungan Potolo , desa Tanoyan Kecamatan Lolayan Bolaang Mongondow ini tak berada ditempat.”seketika diserahkan pada Kejaksaan Negeri Kotamobagu hari itu juga kedua tersangka berstatus Tahanan Kota dan Keesokan harinya disusul Gusri Lewan terbang ke Jakarta.

Kata dia, dari keganjilan penerapan hukum sebagaimana Undang Undang telah diatur seperti dalam Pasal 22 Ayat (1) huruf c KUHP. Bahwa penahanan Kota di laksakan di kota tempat tinggal kediaman tersangka atau terdakwa, dengan kewajiban tersangka atau terdakwa melapor diri pada waktu yang ditentukan.

Melihat hal ini Ketua LSM Lidik Pro Sulut Parindo Potabuga kembali mengkritik dan menilai bahwa pihak Kepolisian loyo dalam hal ini dan menganggap Gusri sang Bos Potolo perkasa. “Ya Polisi loyo, masa Gusri terus berkeliaran, padahal suda ada putusan hukum tetap,”kata Parindo Minggu 27/12/20.

Terkesan Loyo, Kapolda Sulut tidak dapat menindak tegas Bos potolo perkasa Gusri Lewan, mungkin kata itu yang pas untuk kasus pengusaha tambang Ilegal, bagimana tidak setelah mendapat putusan pengadilan kurungan 1 tahun penjara, Bos Potolo ini masih terus melakukan aktivitas nya di Potolo tanpa adanya penahanan dari pihak Kepolisian.” Tuturnya

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Candra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *