Menjelang Malam Tahun Baru, Pleton Pemuda (PALEM) Kab Pandeglang Meminta Pihak Aparat dan Pemerintah tutup tempat Hiburan malam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan itu diterbitkan dengan mempertimbangkan penanganan penyebaran COVID-19 secara nasional yang belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat.

“Maklumat ini juga bertujuan memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru Tahun 2021,” katanya.

Aris Doris, selaku koordinator Aksi Unjuk Rasa Peleton Pemuda (Pelem) Kabupaten Pandeglang menyoroti maraknya tempat hiburan malam mejelang Datangnya malam Tahun Baru yang beroperasi di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang seakan tidak mengindahkan maklumat Kapolri.

Doris ke mitrapol.com, mesinyalir bahwa selain tidak mengantongi ijin, tempat hiburan malam itu dijadikan ajang peredaran Minuman Keras (Miras), dan kerap dijadikan tempat transaksi esek esek. Bahkan, dijadikan ajang transaksi Jual Beli Manusia (Human Traficking).

“Keberadaan tempat hiburan malam ilegal yang dijadikan tempat maksiat itu, sudah meresahkan warga masyarakat dimasa pandemi covid-19 ini. Oleh karena itu, Lusa nanti, rencananya kami akan menggelar aksi di kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, di kantor Satpol PP Kabupaten Pandeglang, dan juga di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang,”

Kami menganggap pemerintah Kabupaten Pandeglang tutup mata dengan maraknya tempat hiburan malam yang beroperasi tanpa ijin di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.tegasnya

“Hasil kajian kami dilapangan, keberadaan tempat hiburan malam yang beroperasi tanpa mengantongi ijin itu, kerap menjadi tempat peredaran Minuman Keras (Miras). Marak nya Selain itu juga, kerap di jadikan tempat transaksi esek esek, dan dijadikan ajang transaksi Human Traficking,” ungkapnya.

Tempat yang kami duga menjadi tempat maksiat ini seakan tidak mengindahkan dari maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang telah menerbitkan Maklumat bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, tanggal 23 Desember 2020.

Sangat tegas bahwa yang dianggap sudah melanggar maklumat itu bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya

“Tidak pantas ditanah Sejuta Santri Seribu Ulama, marak beroperasi tempat hiburan malam. Sudah saatnya tempat hiburan malam di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pandeglang, diantaranya di Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Labuan dan Carita, yang berbau maksiat namun berkedok tempat karaoke keluarga, atau fasilitas hotel itu, ditutup,”

Sebelumnya kami sudah melakukan unjuk rasa dan sempat tutup sesaat, tapi sekarang menjamur lagi dan jelas sudah melanggar dari maklumat Kapolri,”tandas Doris.

 

 

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *