Tahun 2021 KONI DKI Fokus Pada Persiapan PON XX di Papua

  • Whatsapp
Ketua Bidang Monev KONI DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyanto

MITRAPOL.com, JAKARTA – Tahun 2021 merupakan tahun tersibuk bagi KONI Provinsi DKI Jakarta. Betapa tidak, di penghujung tahun tersebut akan berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Sebuah ajang yang akan menjadi tolak ukur prestasi dalam pembinaan atlet Ibu kota.

Sebanyak 37 cabang olahraga yang ikut ambil bagian di PON Papua nanti sudah mempersiapkan diri dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) sejak tahun 2018 lalu. Namun karena mewabahnya virus Covid-19 sejak Februari 2020, persiapan atlet menjadi terganggu. Latihan yang biasanya dilakukan secara bersama-sama baik di dalam ruangan maupun di lapangan terbuka, terpaksa dilakukan secara mandiri.

Namun demikian, latihan mandiri tidak berarti atlet berlatih bebas. Setiap atlet tetap mendapat program latihan harian dari pelatih dan atlet harus melaporkan kegiatannya melalui rekaman video atau foto-foto sedang latihan untuk dikirimkan kepada pelatih. Kemudian setiap pelatih menyampaikan hasil latihan mandiri atletnya kepada Tim Pengendali Peningkatan Prestasi Atlet (TP3A).

Ketua Bidang Monev KONI DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pada masa sebelum pandemi setiap anggota TP3A secara rutin berada di lapangan memonitor atlet yang sedang latihan. Namun dimasa pandemi anggota TP3A hanya dapat berkoordinasi langsung dengan pelatih. Karena pelatih yang menerima hasil latihan harian dari atletnya.

Eloknya, sejak dibukanya kran penggunaan fasilitas latihan yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga beberapa bulan terakhir, atlet bisa latihan secara intensif.

Guna mencegah penularan Covid-19 di kalangan atlet, untuk cabang-cabang olahraga tertentu memang belum bisa bebas latihan. Sebut saja misalnya cabang olahraga body contact seperti gulat, judo, tinju, dan wushu sanda yang harus memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo sangat mengapresiasi kebijakan Kadispora Achmad Firdaus yang telah membuka kran tentang penggunaan fasilitas olahraga yang berada dalam pengelolaan Dispora. Dengan begitu untuk cabang-cabang olahraga tertentu sudah bisa melakukan latihan secara rutin di bawah arahan pelatih.

“Apa pun alasannya atlet DKI harus bekerja keras dalam latihan. Namun tentu saja tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, mengingat penularan Covid-19 belum mereda betul. Apalagi DKI sebagai barometer pembinaan olahraga secara nasional sudah mencanangkan target sebagai juara umum PON,” kata Djamhuron di kantor KONI DKI Jakarta, Senin (28/12/2020).

Pensiunan jenderal bintang satu TNI AL ini lebih jauh mengatakan, tak ada lagi waktu untuk bersantai bagi atlet DKI dalam mempersiapkan diri menuju PON. Waktu tinggal 10 bulan lagi menjelang PON. Oleh karena itu atlet harus bersungguh-sungguh mencapai target yang sudah dicanangkan sejak jauh hari sebelumnya.

“Target juara umum itu bukan hanya keinginan KONI DKI Jakarta. Tapi keinginan Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, anggota DPRD DKI, dan masyarakat pecinta olahraga lainnya. Kita harus membuktikan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk persiapan PON dijawab dengan prestasi. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh stake holder olahraga DKI yang terlibat dalam persiapan PON benar-benar bekerja keras,” lanjut Djamhuron.

Djamhuron menambahkan, kini seluruh pengurus cabor pun sudah secara intens melakukan koorninasi dengan KONI DKI tentang kebutuhan peralatan latihan serta sarana dan prasarana yang digunakan. Dengan adanya komunikasi yang berjalan baik antara KONI DKI dan cabor termasuk dengan Dispora, mudah-mudahan langkah ke depan lancar dalam persiapan menuju PON Papua.

“Saya sangat bangga, hubungan KONI DKI yang cukup harmonis dengan Dispora, Pemprov, dan DPRD akan mempermudah segalanya dalam upaya kita menuju tergat juara umum PON,” tutup Djamhuron.

 

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *