LP2KP. Minta Aparat Penegak Hukum Tangkap Pemilik Tambang Ilegal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Boltim – Maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang ada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menuai sorotan masyarakat.

Salah satunya di perbukitan lokasi Talugon Desa Lanut, Kecamatan Modayag. Diduga kawasan tersebut telah digarap oleh para pelaku tambang sejak beberapa tahun lalu. Bahkan kabarnya mereka bebas menggunakan alat berat eksavator dalam mengeruk bukit-bukit mengandung material emas

Terkait PETI di Desa Lanut Talugon di Bolaang Mongondow Timur yang hingga kini masih terus beroperasi jelas mendapatkan dekingan dari pengusaha yang ingin mengambil keuntungan lebih.

Melihat hal ini Lembaga Pemantau Pembangunan dan kinerja pemerintah LP2KP, Ahmad Derek Ismail kepada Media Mitrapol, Selasa 29/12/20 meminta Aparat kepolisian segera mengamankan AP alias Andi karena kuat dugaan ia adalah salah satu pengusaha di tambang Ilegal Lanud tersebut.” Ujar Ahmad Derek

Menurutnya bukan hanya AP saja tapi masih ada nama lain yakni AM alias Arman, alias fan LD alias Loli yang ikut terlibat di dalamnya. “Tangkap saja mereka, karena mereka itu yang memiliki andil besar dalam operasi tambang Ilegal tersebut,” ujar Derek.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada operasi tambang tersebut suda berlangsung 4 tahun dan belum mendapatkan izin resmi, lokasi juga berada di Talugon Desa Buyandi Bolaang Mongondow timur. “Sampai saat ini para pemilik lahan tersebut belum bisa dikonfirmasi secara langsung maupun via telpon.

Aktivis LSM LP2KP Ahmad Derek Ismail mengatakan bahwa aktivitas tambang di lokasi Talugon Desa Lanut sangat berbahaya bagi dampak lingkungan, khususnya lahan perkebunan masyarakat yang ada di Desa Buyandi.
“Aktivitas penambangan di Talugon sangat mengkhawatirkan. Mengingat limbah B3 yang bisa merusak perkebunan di Desa Buyandi, ” ujar Ahmad Derek

Ahmad Derek meminta kepada instansi terkait agar dapat menghentikan aktivitas penambangan tersebut sebelum terjadinya bencana alam yang bisa berdampak kepada masyarakat Desa Buyandi.
“Sebelum terjadi bencana, sebaiknya pihak yang berwenang melakukan penertiban atau memberikan sanksi hukum agar ada efek jera kepada pelaku penambang ilegal, ” Cetus Derek

Kepala Desa Lanud atau biasa disebut Sangadi turut membenarkan hal tersebut. Menurutnya, lokasi Talugon tidak masuk dalam areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) emas, KUD Nomontang.

“Memang ada sejumlah penambang ilegal di lokasi Talugon, dan sudah pernah disurati. Tapi tidak di indahkan, ” kata Sangadi Lanud, Donal Mumek, kepada wartawan pada akhir tahun 2019 lalu hingga sekarang masih terus beraktivitas,” ujarnya

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Candra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *