Menghadapi malam pergantian Tahun Baru waga di Desa Bulagor takut banjir susulan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Menyongsong malam pergantian tahun baru, bagi warga masyarakat Desa Bulagor Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang biasa – biasa saja, tidak ada tanda – tanda kegiatan yang berarti, namun yang ada di benak mereka takut datang lagi banjir susulan, karena biasanya malam pergantian tahun identik di iringi hujan dan banjir, Selasa (29/12/2020).

Yang sudah – sudah setiap malam pergantian tahun tersebut biasanya selalu hujan dan di sertai banjir, jadi sekarang warga merasa khawatir banjir susulan di malam tahun baru datang lagi, apabila terjadi banjir warga selain tanaman padinya rusak juga sekarang ada yang ditakuti binatang air yang di sebut buaya.

Kalau banjir bagi wara Desa Bulagor sudah tidak asing lagi, sudah menjadi santapan tahunan ketika dimusim hujan tiba, badi mereka tidak kaget dan takut lagi, karena sudah terbiasa dan sudah turun menurun, tapi sekarang yang bikin mencekam karena banjir sekarang binatang air berkuluyuran membuat warga sekitar ketakutan.

Menurut keterangan warga sekitar mengatakan,” banjir sekarang kami benar – benar membuat kami mencekam dan menakutkan, karena selalu kepikiran binatang air itu masuk ke permukiman warga, sehingga membuat kami ketakutan bikin tidak tenang.

Baca Juga: pamsimas-desa-sukajadi-belum-difungsikan-ada-apa

Karena sesudah banjir warga di sekitaran banyak yang cerita melihat binatang air ketika itu berkeliaran, karena binatang itu dari ukuran kecil sering menampakan diri jadi sekarang binatang itu sudah besar jadi tambah serem kelihatanya,” jelasnya.

Lanjut ia,” Bajir di jaman sekarang mah tidak seperti dahulu, banjur sekarangmah benar – benar membuat kami takut, membikin hati kami dak dik duk, karena takut binatang air tersebut.

Ia berharap,” Harapan kami mudah – mudahan binatang itu cepat pergi dari perairan di Desa Bulagor, tadinya juga tidak ada kepengennya tidak ada kembali, dan sekalinyapun tidak pergi mudah – mudahan tidak masuk ke permukiman warga setempat mengganggu warga setempat dan sekitarnya.” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Pewarta : (Muklis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *