Pengelolaan BOKB di Kantor KKBPK Kecamatan Sobang di Sinyalir bermasalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Pengelolaan Dana Bantuan ‎Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Kantor Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten disinyalir bermasalah

Pasalnya, Misi program KKBPK untuk melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif dan fungsi keluarga dengan membentuk Kampung KB di tingkat RW dan dusun yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis tersebut patut di sorot dalam pengelolaan anggaran Bantuan Operasinal Keluarga Berencana BOKB Per-triwulannya.

Terutama adanya dugaan Penggelembungan Dana operasional biaya langganan dan belanja jasa disertai dugaan pemotongan Honorarium dilakukan oknum Pejabat di Kantor KKBPK Kecamatan Sobang sepatutnya menjadi sorotan.

Seorang Staf Saiful Hijazi, ketika ditemui mitrapol.com di kantor KKBPK Kecamatan Sobang nampak enggan memberikan keterangan secara gamblang terkait pengelolaan dana BOKB. Ajizi beralasan, bahwa dirinya tidak tahu soal pengelolaan Dana BOKB di Kantor tempat dia bekerja yang terletak di Jalan Sobang – Muncang, Lebak – Banten
”Saya tidak tahu soal anggaran Jadi harus konfirmasi, ke Koordinator langsung,” Ucapnya

Saiful Hijazi yang temani Didi seorang Petugas keamanan. keduanya nampak berhati-hati menjawab pertanyaan wartawan tentang dugaan penggelembungan biaya operasional kantor seperti, Biaya Langganan Daya Listrik dan Langganan jasa internet termasuk adanya indikasi terjadi pemotongan Honorarium PPKBD dan Honorarium Sub PPKBD pada anggaran per-triwulan.

”Sama tidak tahu Karena saya tidak ikut ngelola jadi harus menanyakan langsung ke Koordinator kami,”Kata Ajizi lagi

Hingga berita diterbitkan belum ada klarifikasi dari Koordinator Kantor KKBPK Kecamatan Sobang. Selain sulit di temui yang bersangkutan juga tidak koperatif untuk memberikan keterangan melalui komunikasi jarak jauh (By Phone) sehingga mengundang pertanyaan, Ada apa?

Diketahui, dalam rangka mewujudkan prioritas pembangunan (Nawacita) sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan renstra BKKBN 2015-2019, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui program kependudukan , KB dan Pembangunan keluarga (KKBPK) dengan sasaran yang akan dicapai oleh program KKBPK pada tahun 2019,
Antara lain: menurunkan angka kelahiran total/ total fertility rate (TFR), meningkatkan angka prevalensi pemakaian kontrasepsi/contraceptive prevalence rate (CPR), menurunkan kebutuhan berKB yang tidak terpenuhi (unmet need), menurunnya angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun/ age specific fertility rate (ASFR) dan menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita usia subur (WUS) 15-49 tahun. Untuk mencapai sasaran tersebut, BOKB diharapkan dapat dimanfaatkan dengan optimal dan transfaran

 

 

 

 

 

Pewarta : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *