Galian Pasir dan Tanah beroperasi tengah malam, Sidak Angota DPRD Kabupaten Lebak ke Tambakbaya sebuah sensasi pencitraan atau nilai tawar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Galian Tanah Merah dan Pasir Kuarsa di Blok Pasir Haleuang Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak masih terus beraktivitas, mereka bekerja di tengah malam. Sejumlah armada tronton keluar masuk lokasi tambang mengangkut hasil tambang yang di layani oleh dua alat berat excavator mulai dari Jam 19.30 hingga dini hari menjelang subuh.

Dari hasil pengamatan dilapangan, sedikitnya ada 30 hingga 40 ritasi dari sejumlah tronton armada angkutan tanah merah pada setiap malamnya, termasuk pasir putih.

Hal itu dikatakan warga Tambakbaya yang namanya minta di rahasiakan.

Menurut informasi, Kegiatan tambang pasir putih hasil dari pengupasan Tanah Merah ini untuk memasok kebutuhan urugan dibeberapa tempat di kawasan Serang dan kemungkinan juga untuk pengadaan urugan proyek jalan Tol Serang – Panimbang yang di kerjakan oleh PT Wikka sempat dilakukan penutupan oleh Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Lebak atas rekomendasi Komisi 4 DPRD Kabupaten Lebak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa hari yang lalu kelokasi tambang pasir putih yang notabene adalah lokasi galian atau pengupasan tanah merah tersebut.

“Suara dan tindakan wakil rakyat yang duduk di Parlemen Kabupaten Lebak tidak di dengar oleh pihak pengusaha dan Pemerintah Daerah,berarti kekuasaan dan kewenangan pengusaha lebih tinggi dari DPRD Kabupaten Lebak, ini sangat luar biasa,” ujar aktivis Badak Banten Perjuangan Asep Mulyana kepada MitraPol di Rangkasbitung, Rabu (30/12/2020).

Asep Mulyana mengatakan, dengan adanya sidak komisi 4 DPRD Kabupaten Lebak itu berarti bahwa pemilik lokasi Tambang atau galian tanah dan pasir putih tidak mengantongi izin sebagimana yang telah diatur oleh perundang-undangan, apalagi wilayah kecamatan Cibadak khususnya Desa Tambakbaya itu bukan wilayah yang masuk dalam Tata Ruang Wilayah Tambang mineral dan sejenisnya.

“Lihat di dokumen lembaran daerah kabupaten Lebak desa Tambakbaya itu bukan wilayah Tambang mineral atau galian yang sejenisnya, itu artinya perusahaan yang sekarang bergerak disana melakukan aktifitas tambang pasir atau galian pengupasan tanah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia khususnya di Kabupaten Lebak,” imbuhnya

Sementara pihak yang berwenang untuk dikonfirmasi hingga berita ini di tayangkan belum ada yang bisa di hubungi.

 

 

Pewarta : Eli Sahroni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *