Kemensos Indonesia tindak lanjuti laporan Dinsos kabupaten Tangerang terkait buah busuk dan dugaan pungli

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Tangerang kementerian sosial bagian inspektorat Turun langsung ke kecamatan Sepatan timur, Rabu 30/12/2020 dan menemui penerima manfaat yang menerima bantuan buah busuk yang beritanya sempat viral dimedia sosial.

Saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media mustamin Inspektorat Kemensos mengatakan “kami berkunjung ke Sepatan Timur ini untuk menindak lanjuti laporan kepala Dinas Sosial kabupaten Tangerang Terkait adanya dugaan terjadinya Pungli.

Kami Inspektorat Kementrian Sosial Indonesia datangi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pungli program BPNT dan PKH.

Petugas Inspektorat Kementrian Sosial Indonesia, Mustami mengatakan, bahwa pihaknya terjun langsung kepada para KPM untuk meminta keterangan langsung dari para KPM yang merasa dirugikan akibat adanya dugaan pungli 10 persen. Katanya, para KPM mengaku bahwa dirinya dimintai uang atas dasar kebersamaan.

” Mereka mengaku dimintai uang kebersamaan, pertama Rp15 ribu, terus naik katanya jadi Rp20 ribu, ”

Lanjut Mustami, tidak ada aturannya bahwa para KPM harus membayar atas dasar apapun, baik uang kebersamaan atau sumbangsih kepada Ketua Kelompok atau Pendamping.

” Uang kebersamaan itu tidak ada, “
Selain adanya dugaan pungli, pihaknya juga mendapat laporan dari KPM bahwa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) banyak yang tidak sesuai, diantaranya buah-buahan yang busuk dan telur yang tidak sesuai timbangan. Katanya, pihaknya akan menindak lanjuti persoalan pungli di Gempol Sari.

” Ada juga warga yang mengatakan, terkait BPNT yang tidak sesuai, ” jelasnya.Dan ini akan kami laporkan ke pimpinan kami guna diberikan sangsi. “jelasnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Arsyad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *