Waspada, Cabe Rawit Merah Palsu Beredar di Pasar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Tingginya harga cabai dipasaran menjelang Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan oleh oknum pedagang yang tak bertanggung jawab. Mereka yang ingin meraup untung dengan menghalalkan segala cara ini melakukan hal – hal yang tidak baik untuk kesehatan.

Ibu – ibu rumah tanggapun dituntut ekstra keras teliti dalam membeli, sebab ternyata sudah beredar cabai – cabai yang diberi pewarna agar terlihat matang dan layak jual.

Daerah yang kini geger adanya peredaran cabai merah palsu jenis rawit ini terkonfirmasi dibeberapa pasar Wage Purwokerto, kab. Banyumas Jawa Tengah.

Sejumlah pedagang dipasar tersebut resah dan kaget karena banyaknya cabai pewarna yang diduga bukan pewarna makanan


Bahkan salah seorang pedagang pasar mengaku sempat membeli sebanyak 1 karung cabai merah palsu tersebut. Namun beruntung belum sempat dijual.
Dia lalu mengembalikan kepada yang mengantar cabai rawit merah pewarna ini agar dikembalikan.

Sejumlah pedagang rawit melaporkan temuan tersebut kepada pengelola pasar.

“Benar, kami menemukan ada rawit yang dicat seperti yang dilaporkan para pedagang. Dari barang bukti yang kami dapatkan warna merah pada rawit dapat mengelupas,” kata Kepala UPTD Pasar Wage Purwokerto Arif Budiman Selasa 29 Desember 2020.

Arif memperkirakan, pewarnaan cat kuning pada cabai rawit tersebut, dilakukan agar pemasok bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

Harga cabai sejak beberapa hari ini melambung sebab pasokan tersendat,”Saat ini, harga cabai naik Rp 60 ribu per kilogram, ” terangnya.

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Banyumas yang mendapatkan laporan segera mengamankan cabai rawit merah palsu ini.

Kepala Loka POM Purwokerto, Suliyanto, menyebut cabai rawit merah ini diberi warna yang bukan pewarna makanan.
Sampel rawit yang dicat ini akan dikirimkan ke laboratorium BPOM di Semarang, untuk memeriksa kandungan dalam cat.

Secara fisik bisa dipastikan, cabai itu memang telah dicat.”Tapi untuk mengetahui jenis cat yang digunakan perlu diperiksakan ke Lab BPOM Semarang,” kata Suliyanto.

Dari pengamatan secara fisik warna yang digunakan memang benar-benar mirip dengan cabai rawit yang sudah tua. Tapi kalau di gosok dengan kuku jari warnanya mengelupas

“Dari hasil pemeriksaan sementara dengan cara merendam dalam alkohol, diketahui cabai rawit merah ini diberi warna yang bukan pewarna makanan,” Tuturnya

 

 

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *