Dengan Ditemukannya Ex HTI di UNPAD. Early Warning Bagi Kampus Lain untuk menindak Lanjutinya

  • Whatsapp

Penulis: Irjen Pol (Purn). DR. H. Anton Charliyan Mpkn.

MITRAPOL.com, Apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap Rektor UNPAD dan Jajaranya yang sudah berani bersikap Tegas terhadap Wakil Dekan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Dr. AAH yang diduga terlibat Organisasi HTI sebagai Salah satu Organisasi yang sudah dilarang di Indonesia, Dimana Organisasi Hizbur Tahrir Ini Merupakan Organisasi International yang senantiasa Menjual Agama dengan Sistem Khilafah untuk membentuk sebuah Negara berdasarkan Syariat Islam.

“Sehingga lebih banyak bergerak di Negara-negara Muslim lainya, terutama di Negara2 Asia, Afrika, Timur Tengah dan Eropa. “Karena di Negara-negara tersebut pergerakanya dianggap membahayakan dan mengancam eksistensi Negara lainya, maka sampai dengan saat ini Aktivitas & Pergerakanya sudah Dilarang di hampir 21 Negara.

Karena hampir ditiap-tiap Negara terlibat Gerakan-gerakan: Provokasi & Intoleransi. Kekerasan, Penculikan, Pembunuhan, Kudeta, Radikalisme & Terorisme, bahkan di Timur tengah terang-terangan Berafiliasi dengan ISIS, Ikwanul Muslimin, Jamaah Islamiah dll.

“Yang dikenal sebagai Organisasi Terorisme dan Radikalisme, Dimana di Negara asal Kelahiranya saja Yordania dianggap sebagai Organisasi yang terlarang dan Berbahaya. “Maka Langkah yang diambil oleh Rektor UNPAD tersebut merupakan sebuah langkah yang Sangat Tepat, Karena Bila hanya Organ nya atau Wadahnya saja yang di Bubarkan, tapi orang-orangnya sebagai Penggeraknya tidak ditindak, sama saja Bohong.

“Alias Negara ini tidak Serius dalam mengambil langkah tersebut. Padahal sudah jelas dan nyata di 21 Negara dinyatakan sebagai Organisasi Terlarang dan Berbahaya. “Terutama Karena Penyebaran Jaringan Sel-selnya yang sangat Rapi, Terstruktur Masif & Militan serta Indokrinasi nya yang sangat kuat, Sehingga bila kita Cermati Pengalaman dari Negara2 tersebut di Indonesia pun seharusnya bisa Ditangani dengan super Serius.

“Seperti Penanganan terhadap Ex G 30 S PKI, dizaman orde baru ini, bila tidak ingin Negara ini Runtuh Seperti yang terjadi di Suriah, Afganistan, Libya. Iraq dll. “Sikap dan Tindakan yang dilakukan UNPAD ini pun sebaiknya bisa di ikuti oleh Universitas-universitas dan Perguruan Tinggi lainya, dan Seharusnya Tidak hanya berlaku bagi yang Punya Jabatan Saja, Tapi Walau hanya sebagai Dosen atau Guru Pengajar biasa saja, Sebaiknya Sama harus ditindak Tegas.

“Harus betul-betul teliti dilitsus atau Screening dengan Ketat, Karena kedudukan sebagai seorang Guru Pengajar itu, secara Phisicologis akan punya Pengaruh yang sangat Kuat dan nyata terhadap Murid-murid atau Mahasiswa sebagai anak didiknya.

Bahkan bisa lebih kuat dari Pengaruh Teman, Saudara atau orang tua sekalipun. Sementara ini sebagaimana kita ketahui bersama Gerakan-gerakan seperti HTI, ISIS, JI sesungguhnya bukan hanya sebagai sebuah aktivitas gerakan keorganisasian secara Struktural semata, tapi lebih merupakan suatu Gerakan yang bersipat iedologis dan indoktrinasi, yang diperkuat dengan dogma-dogma Agamis.

Sehingga untuk Memeranginya atau Memadamkanyapun perlu adanya Gerakan gerakan serupa Yang bersipat Iedologis & Agamis, dan aktivitas tersebut sangat cocok diperankan oleh Seorang Guru Pengajar.

“Makanya salah satu Target Operasi binaan gerakan Semacam HTI ini adalah: Dosen dan Guru Pengajar, disamping tentunya Struktur vital Lain yang bisa Disusupi di setiap Lini, baik di Pemerintahan maupun di Swasta. Bahkan tidak Menutup Kemungkinan di Indonesia pun sudah banyak Institusi institusi yang sudah tersusupi.

“Sebagaimana belum lama ini di ketahui ada di BUMN, Dep Agama, MUI, sekarang dunia Pendidikan…, Besok besok dimana lagi ?….,

Untuk itu dengan di Ketahui adanya wakil Dekan UNPAD yang terlibat HTI tersebut, sesungguhnya sudah agak terlambat sudah saatnya, mulai saat ini juga, Dunia Kampus, Dunia Pendidikan dan Negara mulai Bersih bersih diri dari Pengaruh Iedologi yang sangat Berbahaya ini,

Yang nantinya apabila terus dibiarkan dan tidak ditindak lanjuti dengan Serius dan Seksama, akan menjadi Ancaman Laten yang sangat berbahaya yang bisa menghancurkan bangsa dan Negara. “Jangan sampai kita Belajar Sejarah, tapi tidak pernah Belajar dari Sejarah, Sekalipun itu Sejarah Negara lain.

Bila kita semua masih sayang NKRI, Mari kita Selamatkan Bangsa dan Negara ini, mumpung masih belum terlambat…

 

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *