Akibat Aktivitas Pertambangan PT. JRBM, Banjir Lumpur Rusak Lahan Pertanian Warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Banjir lumpur terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, Selasa (5/1/2021).

Menurut warga, banjir lumpur terjadi sekira pukul 16.30 WITA, meski hujan tidak terlalu deras. Warga menduga, banjir lumpur ini berasal dari Sungai Bolaang, lokasi Busa.

Untuk diketahui, banjir disertai lumpur yang terjadi selain mengenangi jalan, juga lahan pertanian dan merusak tanaman. Bahkan selain disertai lumpur, banjir tadi juga membawa bebatuan, serta pohon bekas ditebang yang terbawa arus sehingga hampir menutupi jalan Nasioanl.

Berdasarkan pantauan langsung Mitrapol, lumpur yang menggenangi ruas jalan suda cukup parah sehingga perlu ada tindakan prefentif dari pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak kembali terjadi serta dijauhkan dari korban jiwa.

Ketua Aliansi Masyarakat Desa, Jun Mokoagow. menduga banjir disertai lumpur yang menerjang desanya pada Selasa (5/1/2021) tadi sekira pukul 16.30 WITA, akibat adanya aktivitas pertambangan oleh pihak perusahaan emas PT JRBM di lokasi hulu Sungai Bolaang Busa.

“Kami menduga penyebab banjir disertai lumpur ini karena ada aktivitas di hulu Sungai Bolaang Busa oleh PT JRBM,” kata Jun di lokasi kejadian,

Dia menjelaskan, kejadian hari ini pernah terjadi pada 10 tahun yang lalu, namun hujan yang mengguyur kurang dari 1 jam tadi telah mengakibatkan banjir disertai lumpur karena dugaan adanya aktivitas penambangan oleh pihak perusahaan, tambah mantan Ketua Pemuda Desa Bakan ini.

Jun Mokoagow meminta pihak terkait dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bolaang Mongondow untuk turun langsung dan meninjau kembali aktivitas pertambangan yang ada di lokasi Bakan karena kuat dugaan akibat dari penambangan sehingga bencana banjir bandang terjadi.” Ujar aktivis ini

Jun Bahkan mengakui kekawatirannya kejadian hari ini bisa lebih besar lagi terjadi.
“Kami khawatir akan terjadi banjir disertai lumpur susulan. Olehnya, kami meminta semua pihak terkait untuk melakukan investigasi atas kejadian ini,”Pinta Mokoagow.

Kami meminta BLH Bolmong turun dan melihat apa yang terjadi di area pertambangan, ini karena suda ada kerusakan hutan yang cukup para hingga hal ini bisa terjadi,” ujar Mokoagow.

Ia juga mengatakan selain itu PT JRBM yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Bakan juga harus bertanggungjawab terhadap kerusakan hutan dan lingkungan, karena eksplorasi oleh JRBM lingkungan menjadi rusak.


“JRBM juga harus bertanggungjawab atas kejadian ini, kasihan anak cucu kita kedepan nasib mereka gimana, dan ini akan mendatangkan bencana lebih besar lagi jika terus dibiarkan,” katanya.

Ditambahkannya lagi selain BLH Bolmong, ia juga meminta Dinas Energi dan Sumber daya Mineral ESDM Provinsi Sulawesi Utara kiranya turun dan melihat kembali analisis Amdal dari JRBM karena diduga suda tidak aman lagi.
“Kami minta ESDM Provinsi turun, dan jika bisa cabut saja ijin Amdal dari JRBM,” Pintanya.

Pasalnya sudah 5 bulan pihak perusahaan melakukan aktivitas penambangan di lokasi itu dengan menggunakan alat berat, sementara jaraknya dengan pemukiman warga hanya 1,5 kilometer,” jawab Jun mengakhiri sambil mengungkapkan Aliansi akan melakukan penolakan aktivitas dilokasi itu.

 

 

 

Pewarta : Candra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *